SebutIah ‘Baitul Maqdis’, Jangan Sebut ‘Jerusalem’

Category: Berita 32 0

Peta-Baitul-Maqdis-14-Januari-2018-427x600Kispa.org

oleh Prof. Dr. Abdul Fattah El-Awaisi

(Guru Besar Sejarah yang Mendalami Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha Selama 30 Tahun; Lembaga Risetnya ISRA merupakan mitra ISA/Institut Al-Aqsa untuk Riset Perdamaian yang didirikan Sahabat Al-Aqsha)

JAKARTA, Sabtu (ISRA | ISA | Sahabat Al-Aqsha): Manakah yang benar penyebutannya, Baitul Maqdis atau Jerusalem?

Jawabannya: Baitul Maqdis. Karena, itulah istilah yang digunakan Rasulullah Shallallahu alayhi wa sallam. Dengan demikian, menyebut Baitul Maqdis merupakan bentuk kecintaan dan kedekatan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, serta bagian dari proyek menghidupkan kembali sunnah beliau yang mulai ditinggalkan, bahkan dilupakan.

Pada istilah yang digunakan oleh Rasulullah itu ada ikatan kuat antara ummat Islam dengan kekasihnya Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam. Dengan demikian, jalan yang kita tempuh untuk membebaskan Baitul Maqdis pun sesuai dengan metode, jalan dan strategi yang beliau tempuh. Bukan ikut-ikutan menggunakan istilah yang latah diucapkan para politisi di zaman ini: ‘Jerusalem Timur’…’Jerusalem Barat’… dan ‘Jerusalem Mandat Inggris’.

Ini juga merupakan langkah ilmiah yang strategis dalam melawan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemerintahannya. Maka, mari kita gunakan istilah Baitul Maqdis. Sebab, istilah ini adalah yang paling lengkap, menyeluruh, mendalam dan kuat maknanya. Menggunakan istilah Baitul Maqdis adalah landasan dasar menciptakan langkah konkret, memperjelas kompas perjuangan, mengembalikan urusan ini kepada akar keislamannya, dan meletakkan batu pertama bagi ummat Islam dalam membangun landasan keilmuan untuk membebaskan Baitul Maqdis.

Baitul Maqdis yang dimaksud di sini mencakup Al-Bait Al-Muqaddas (Masjidil Aqsha), Kawasan Baitul Maqdis (Tanah yang Disucikan) dan Kota Baitul Maqdis (Kota yang Disucikan). Berikut ini penjelasan ringkasnya:

Apa itu Baitul Maqdis? 

Baitul Maqdis terletak di jantung kawasan Baitul Maqdis yang di dalamnya terdapat Masjidil Aqsha (Rumah yang Disucikan), pusat mata air kesucian dan keberkahan kawasan ini. Kawasan atau dalam bahasa Arab disebut iqlim, biasa diungkapkan dalam Al-Quran dengan sebutan Al-Ardhul Muqaddasah (Tanah yang Disucikan). Batas-batas geografis kawasan ini hari ini melebihi batas-batas Kota Tua dan batas-batas kolonialisme Palestina dan Yordania, mencakup sebagian daerah dari keduanya, dan di sekitar kota Baitul Maqdis terdapat beberapa kota dan desa. Batas-batas kawasan ini bersifat paten seperti batas-batas Makkah dan Madinah, serta disucikan dari langit ke tujuh.*(aa/www.SahabatAlAqsha.com)*

Baitul-Maqdis-14-Januari-2018-800x565

Related Articles

Add Comment