Pria Gaza Ditembak Mati Anggota Keluarganya karena Jadi Mata-Mata Israel

Category: Berita 82 0

fraksi-pejuang-Palestina-35glglnhejgumwvv7k41dsKispa.org

Keluarga Palestina menembak mati anggota keluarganya sendiri atas tuduhan berkhianat membantu penjajah Israel yang menyebabkan meninggalnya tiga pemimpin senior pejuang Hamas, termasuk seorang kerabatnya.

Korban yang bernama Ahmad Said Barhoum, ditembak mati oleh keluarganya sendiri di lapangan terbuka yang berada di Rafah, Gaza Selatan.

Ahmad Barhoum terbukti memberikan informasi kepada penjajah Israel, dimana informasi itu digunakan dalam serangan udara Israel selama Perang Gaza tahun 2014.

Ahmad sebelumnya sempat ditahan Hamas karena diduga membocorkaan rahasia penting faksi pejuang Palestina itu.

Baca: Hamas Tembak Mati 18 Mata-mata Zionis-Israel

Diduga akibat informasi yang dibocorkannya, menyebabkan tiga komandan Brigade Izuddin al Qassam –Mohammad Abu Shamlah, Raed Attar dan Mohammad Barhoum– gugur di tangan tentara Zionis. Salah satu dari tiga anggota pejuang Palestina yang terbunuh ini Mohammad Barhoum, sepupu Ahmad.

Menurut keluarga selain bukti yang ditunjukkan oleh kelompok pejuang, mereka juga mendengar pengakuan korban sendiri.

Dalam sebuah serangan udara pada 22 Agustus 2014, sebuah rumah di Gaza selatan menabrak rudal Israel yang menyebabkan, Barhoum dibunuh.

“Kami menghukum putra kami Ahmad Said Barhoum setelah diyakini, tanpa keraguan, dia terlibat dalam pembunuhan itu (pejuang Hamas),” ucap keluarga Ahmad dalam sebuah pernyataan, dilansir The Guardian, Jumat (19/01/2018).

Selain itu, lima warga sipil juga terbunuh dan sekitar 40 lainnya luka-luka.

Keluarga Barhoums termasuk keluarga terbesar di Rafah dan dekat dengan kelompok pejuang kemerdekaan Palestina.

Hamas mengeluarkan sebuah pernyataan yang memuji tindakan keluarga tersebut sementara tentara penjajah Israel menolak berkomentar.

Hamas menjatuhkan hukuman mati kepada 109 orang, yang sebagian besar dianggap terlibat atau menjadi mata-mata Israel, dengan 25 orang telah dieksekusi sejak 2007.

Tahun 2014, pasca Perang Ashful Ma’kul (Dedaudan Dimakan Ulat), Hamas juga telah mengesekusi 18 warga karena terbukti menjadi mata-mata dan memberikan informasi rahasia kepada Zionis-Israel.(aa/hidayatullah.com)

Related Articles

Add Comment