Haneya: Walau Dianggap Teroris Kami Tetap Komit Dengan Perlawanan

Category: Berita 9 0

kispa.org – Ketua biro politik gerakan perlawanana Islam Hamas, Ismael Haneya mengatakan, keputusan pemerintah Amerika yang akan memindahkan kedubesnya ke Al-Quds dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel serta menempatkan kami dalam daftar teroris, tapi tentu hasilnya tidak seperti yang mereka inginkan.

Pernyataan ini dungkapkan Haneya saat acara penganugrahan kepada para penghafal Al-Quds-Quds di Masjid Putih, Kamp Syati, sebelah barat kota Gaza. Ia menegaskan, keputusan pemerintahan Amerika tidak akan mengubah sikap Hamas. Ia mengatakan, “Keputusan kalian takkan bisa mengubah sikap dan politik kami. Bahkan akan menjadikan kami lebih berani dan teguh maju ke dapan”.

Ia menambahkan, langkah sia-sia yang dilakukan Amerika terhadap Al-Quds dan menyematkan istilah teroris kepada kita bertujuan untuk menundukan kita di hadapan Century Deal. Namun kita katakana, “Kami takkan menyerah dan kesepakatan Century Deal tak akan lanjut.

Ia menambahkan, kami akan tetap komitmen dalam perlawanan, walau Amerika menyebut kami teroris. Kami takkan terganggu dengan keputusan ini terhadap masalah mendasar kami yaitu Al-Quds, hak kembali dan kemanusiaan.

Amerika memang menempatkan nama Haneya ke dalam daftar teroris khusus di dua department. Departemen luar negeri dan Departemen Keuangan.

Keputusan yang dikeluarkan Rabu lalu itu, termasuk Gerakan Sabereen Palestina, Brigade Revolusi yang muncul di Mesir pada tahun 2016, dan Gerakan Pelepasan Mesir, yang muncul pada tahun 2015. Sementara itu, Sekretaris Negara Amerika Rex Tillerson beralasan dimasukkannya Haniyeh dan tiga gerakannya lainya sebagai gerakan teroris, karena gerakan-gerakan tersebut bersifat fundamentalis.

Hamas mengecam keputusan tersebut dan menekankan komitmenya terhadap perlawanan dalam mengusir penjajah Israel.”

Hamas menuntut pemerintah Amerika agar mengubah keputusannya serta menghentikan kebijakannya  yang mengandung permusuhan yang tidak akan mengubah situasi di lapangan. Mereka tidak akan bisa menghalangi kita untuk terus melaksanakan tugas kita terhadap rakyat, membela mereka dan membebaskan tanah dan tempat suci mereka.

Dalam kaitan ini, PLO menolak sebelumnya. Namun karena Saeb Erekat, keputusan Departemen Keuangan AS untuk memasukkan kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, dalam daftar terorisme internasional. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment