Hamas: Kedubes AS Pindah ke Al-Quds, Kawasan Bergolak

Category: Berita 6 0

Kispa.Org (Gaza) Gerakan Perlawanan Islami, Hamas kemarin Jumat memperingatkan bahaya dan risiko pemindahan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Al-Quds yang bisa meletuskan kawasan yang tertumpah ke wajah Israel. Dalam keterangan persnya, juru bicara Hamas, Abdul Lathif Qanu’ menjelaskan, langkah pemindahan kedutaan besar Amerika tidak bisa memberikan legalitas apapun kepada Israel atau mengubah status quo di Al-Quds dan tempat-tempat sucinya di sana.

Qanu’ menambahkan, keputusan Amerika melanggar secara terang-terangan terhadap undang-undang internasional dan semua piagam-piagam internasional terkait Al-Quds. Ia menyebut keputusan Amerika ini sebagai pelecehan terhadap perasaan bangsa Arab dan Islam, terutama Palestina. Juru bicara lain, Hazim Qasim mengatakan, masih berlanjutnya unjuk rasa amarah di Tepi Barat dan Jalur Gaza menentang keputusan Amerika mengklaim Al-Quds sebagai ibukota Israel berarti keputusan Israel ini tidak akan berlangsung mulus.

Ia menyatakan, keputusan Amerika ini tidak akan mengubah fakta sejarah rakyat Palestina dan bahwa Al-Quds Raya akan tetap menjadi ibukota abadi Palestina dan perbatasan kota telah ditetapkan dengan rakyat Palestina yang terus berjuang. Sebelumnya, dua pejabat di pemerintahan Presiden Amerika, Donald Trump kemarin Jumat mengungkap bahwa proses pemindahan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds akan diselesaikan pada Mei nanti, atau tepat pada perayaan 70 tahun berdirinya negara ‘Israel’.

Mengutup pernyataan dua pejabat tersebut yang meminta tak disebutkan Namanya karena bukan wewenanya membuka kepada media, kantor berita Associatid Press menyatakan, Kongres Amerika sudah menyampaikan rencana pemindahan Kedubes Amerika dari Tel Aviv ke Al-Quds pada hari ini Jumat (kemarin).  Dua pejabat tersebut menambahkan, Menteri Luar Negeri Amerika, Rex Tillerson sudah menandatangani rencana keamanan kedutaan besar baru kemarin Kamis.

Sebelumnya, wakil presiden Amerika, Mike Pence menyebutkan bahwa peresmian Kedubes Amerika di Al-Quds akan berlangsung pada akhir 2019. Pada 6 Desember tahun lalu (2017) Presiden Amerika, Donald Trump mendeklarasikan pengakuannya atas Al-Quds baik bagian timur dna barat sebagai ibukota negara penjajah Israel dan akan segera memulai proses pemindahan kedutaan besarnya ke kota ini. Hal ini yang memicu kemarahan rakyat Palestina, kecaman dunia Arab, dunia Islam dan dunia internasional.

Trump menyinggung, sebuah negara asing (yang tidak disebutnya) menekan negara lain mencegah pemindahan kedutaan besar tidak bisa dibenarnya menurutnya. Ia menyebut kampanye menghalangi pemindahan kedubesnya ke Al-Quds tidak bisa dipercaya. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment