Palestina di Spiral “Deal of Century”, Apakah Misteri Akan Nampak?

Category: Artikel 22 0

634678272

Kispa.org – Gaza

Para pakar sangat kesulitan untuk membaca seluruh adegan politik dalam isu Palestina, karena mengandung kompleksitas dan misteri dalam banyak detail persoalannya. Namun banyak pakar yang sepakat, ada upaya-upaya bahkan niat yang bertujuan untuk mengaborsi hak Palestina, bahkan untuk mengakhiri seluruh isu Palestina.

Sebagian besar intikasi mengisyaratkan bahwa pada bulan Maret yang akan datang, mungkin menjadi waktu yang pasti untuk mengungkap banyak isyarat yang bernama “the deal of century” yang garis-geris besarnya dibuat oleh Amerika Serikat sesuai dengan kecenderungan yang diinginkan Zionis.

Pada 6 Desember 2017 lalu, Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan langkah pertama “the deal of century” dengan mendeklasikan bahwa al-Quds adalah ibukota terpadu bagi entitas penjajah Zionis Israel. Yang mungkin melibatkan banyak langkah dan tindakan yang tidak akan lebih tegas dari langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.

Kondisi Menungnggu

Para analis politik sepakat bahwa semua pihak sedang dalam kondisi menunggu-nunggu terhapa apa yang akan terkandung dalam “the deal of century”, untuk menunjukkan sikap-sikapnya, sebagaimana kondisi Otoritas Palestina yang masih terbelenggu oleh pedang koordinasi keamanan dan perjanjian-perjanjian yang mandul. Ini yang diisyaratkan oleh Profesor Ilmu Politik Mukhaimer Abu Saada. Dia menjelaskan bahwa penyumbatan cakrawala politik membuat Otorita terbelenggu dalam sikap-sikapnya.

Adapun analis politik Ibrahim Madhun meyakini, tidak mudah berbicara tentang sebuah adegan politik selama bulan Maret nanti. Terutama karena kita sedang menghadapi kompleksitas yang luas, baik pada level Palestina atau regional atau Israel.

Sedang akademisi dan analis politik Makmun Abu Amir, menjelaskan bahwa adegan poltik di kawasan masih misteri di tengah-tengah ketidakjelasan atau petunjuk-petunjuk “the deal of century”. Dia mengingatkan bahwa apa beredar mengekspresikan ungkapan tentang sikap Amerika yang secara terang-terangan mangadopsi padangan Israel.

Sebelumnya Sekjen Komite Eksekutif PLO, Shaib Urekat, ketua departemen urusan perundingan di PLO, telah mengungkapkan tentang detail “the deal of century” untuk mancapai kompromi antara entitas Zionis dengan Palestina.

Hal tersebut disebutkan Urekat dalam sebuah laporan yang dia sampaikan dalam pertemuan terakhir Dewan Pusat PLO. Urekat menyampaikan sebuah laporan politik pada pertemuan terkahir Dewan Pusat PLO yang terdiri dari 92 poin kesepakatan.

Realitas Otoritas Palestina

Makmun Abu Amir menyatakan bahwa orang-orang Palestina hidup dalam keadaan membongkar teka-teki yang berputar di kawasan tersebut. Dia menjelaskan bahwa ada kelemahan dalam sikap Palestina untuk menghadapi “the deal of century” ini.

Dalam konteks ini, Ibrahim Madhun menegaskan bahwa Otoritas  Palestina akan ada dalam terpaan angin. Dia memprediksi akan meluas otoritas koordinator dan akan melemah otoritas Presiden Abbas. Dia menambahkan, “Realita Tepi Barat akan menjadi lebih berbahaya dalam adegan politik mendatang, dengan penguatan kedaulatan Israel, dan Otoritas Palestina akan berubah dari otoritas yang memiliki obsesi politik menjadi alat keamanan untuk melayani penjajah Zionis.

Sementara itu Abu Sadah melihat bahwa pilihan pembubaran otoritas Palestina tidaklah mudah. Menurutnya, “Otoritas Palestina tidak mampu memikul baban pembubaran dirinya. Otorias Palestina masih ragu dan menunggu apa yang akan diusulkan pemerintah Amerika pada pertengahan bulan Maret mendatang.”

Bubuat Bulan Maret

Analis politik Abu Amir bertanya-tanya tentang apa itu blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza dan sebab-sebabnya. Dia menjawab, “Apakah pihak-pihak tersebut mau agar Gaza sampai pada tahap kelelahan sehingga mereka bisa memberlakukan apa yang mereka mau.” Dia meminta Otoritas Palestina mendukung spirit juang warga Jalur Gaza, agar maju dengan langkah-langkah konkrit untuk itu.

Dia menegaskan bawha adegan yang ada saat ini dan insikasi-insikasinya mengandung banyak tanda tanya. Bagaimana edegan politik yang akan datang. Dia meyakini bahwa tidak ada yang bisa menjawab hal itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, “Semua pihak ketakutan. Namun yang harus dilakukan semua pihak adalah memberikan apa yang harus diberikan sampai keraguan itu berakhi.” Dia menyerukan untuk memanfaatkan kesempatan untuk memecahkan krisis Gaza di tengah-tengah keberadaan delegasi Mesir yang saat ini berkunjung di Jalur Gaza.

Madhun memperkirakan Otoritas Palestina akan terus melakukan tekanan terhadap Jalur Gaza. Dia mengingatkan bahwa Hamas dan Otoritas Palestina sedang menguras waktu dan menunggu-nunggu. Dia memprediksi ada pergerakan nyata kepada seruan kuat untuk menghadapi “the deal of century”, dengan mendatangkan pilihan-pilihan lain selain ketenangan penuh atau konfrontasi menyeluruh. (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment