Tawanan Terlama di Dunia Masuki Tahun ke 16 di Penjara Israel

Category: Berita 10 0

-829785374Kispa.org – Gaza

Tahanan Palestina Abdullah Ghaleb Abdullah Al-Barghouthi (46 tahun) asal Ramallah merupakan tawanan dengan vonis tertinggi di dunia. Ia telah dipenjara selama 15 tahun dan memasuki tahun ke-16 berturut-turut.

Barghouthi telah ditahan sejak 5-3-2003 setelah sebelumnya dia diculik unit khusus tantara Israel dari rumah sakit di Ramallah saat dia merawat anak perempuannya yang masih kecil. Mereka meninggalkan bocah yang masih kecil di jalanan sendirian setelah ayahnya diculik. .

Barghouthi mengalami penyiksaan berat selama enam bulan. Israel mendakwanya bertanggung jawab atas sejumlah operasi syahid yang menyebabkan kematian puluhan pemukim dan tantara Israel. Sejak ditangkap, dia dikenai kurungan isolasi di penjara Ohli Kedar. Sempat melakukan aksi mogok makan selama 28 hari pada bulan April 2012 hingga semua tahanan isolasi dibebaskan.

Direktur pusat kajian tawanan, Al-Ashqar mengatakan, Barghouthi adalah tervonis tertinggi di dunia. Ia dijatuhi hukuman penjara 67 kali seumur hidup. Pihak Israel menolak membebaskannya sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran untuk tentara Shalit. Ia juga didakwa melanggar 109 pasal dan terlibat bahkan berada di belakang semua operasi perlawanan, seperti yang terjadi di Universitas Ibrani , The Moment cafe, klub malam di Rishon Letzion dekat Tel Aviv, di mana sekitar 35 pemukim tewas dan 370 lainnya terluka. Ia juga bertanggung jawab atas masuknya alat peledak ke sebuah perusahaan gas besar di Al-Quds. Ia juga melakukan peledakan melalui melalui bom mobil di sebuah pom bensin dekat penyulingan minyak di Tel Aviv, Stasiun My Glilot. Total korban tewas dalam operasi yang dituduhkan kepada Barghouti sekitar 66 orang Israel dan lebih dari 500 lainya luka-luka.

Tahanan Barghouthi juga melakukan aksi mogok makan secara total dan selama lebih dari 100 hari pada tahun 2014 bersama sejumlah tahanan Yordania yang menuntut kondisi penjara yang lebih baik, dengan membiarkan keluarga mereka mengunjunginya secara preodik, hingga ia mengalami kondisi kesehatan yang sangat sulit. Hingga sekarang ia masih mengalami sejumlah masalah kesehatan secara serius.

Barghouti pernah dikenakan hukuman administrasi di dalam penjara, terutama, sel isolasi dari waktu ke waktu, kemudian pembatasan kunjungan kerabat, pengurangan waktu kunjungan dari 45 menit menjadi 20 menit saja, dengan klaim anaknya pernah memberikan sejumlah buku kepada ayahnya di dalam penjara.

Selama ditahan, Barghouthi dapat menulis beberapa buku dari dalam penjara. Salah satunya adalah “Pemimpin Bayangan, Seorang Insinyur di Jalan”. Di mana menceritakan kisah hidupnya secara rinci, perjuangannya melawan pendudukan dan operasi yang dia lakukan. Ini berisi, dan gaya narasi indah yang pernah dia tulis. (aa/asy/pip)

Related Articles

Add Comment