Proyek E1 (Pemisahan al-Quds Dari Tepi Barat) Akankah Dimulai 15 Mei?

Category: Berita 4 0

Kispa.Org ( Al-Quds) Sejumlah sumber Palestina mengungkap adanya rencana sayap kanan zionis yang dipimpin 3 menteri di cabinet Israel, untuk merancang proyek E1, yaitu pemisahan al-Quds dari Tepi Barat. Menurut sumber, menteri pembangunan dan perumahan, menteri pendidikan dan kehakiman tengah menyusun agenda khusus bekerjasama dengan pemkot zionis di al-Quds dan komisi perencanaan kementerian dalam negeri untuk mendapatkan ijin dimulainya proyek ini.

Sumber menyebutkan, pemerintahan Netanyahu akan memanfaatkan kunjungan Presiden Amerika Donald Trump terkait pemindahan kedubes Amerika ke kota al-Quds, saat peringatan Nakba Palestina 15 Mei mendatang. Sejumlah kementerian terus mempromosikan proyek koloni permukiman besar ini, yang akan menutup gerbang Timur al-Quds. Sebelumnya pemerintah Amerika telah mengingatkan Israel agar tidak meneruskan proyek ini, sebab akan menghancurkan solusi dua Negara.

Menurut sumber, pemerintahan Netanyahu berencana menguji dukungan Amerika terkait proyek E1 yang menjadi proyek sensitive, sebab menutup bagian Timur kota al-Quds, sehingga membuatnya terpisah secara geografi dengan Utara dan Selatan Tepi Barat. Menurut pengamat permukiman, Khalil Tafkaji, proyek ini mendapat penolakan dari masyarakat internasional sejak dahulu, termasuk pemerintah Amerika.

Proyek ini telah disosialisasikan pada tahun 1994, dengan luas mencapai 12,443 acre, yang melewati kawasan Thur, Anata, Ezeria dan Abu Deis. Dan disetujui oleh menteri perang Israel, Yishak Mardokhi tahun 1997, termasuk pembangunan kawasan industry seluas 1 km, dan 4000 unit pemukiman, serta 10 hotel dengan mencaplok tanah Palestina.

Kepada Pusat Informasi Palestina Tafkaji menyebutkan, proyek ini merupakan yang paling sensitive dengan alasan berikut: penutupan kawasan Timur al-Quds secara menyeluruh, menyita kawasan Anata, Thur dan Hazma, karena tak mungkin memperluas ke area Timur. Jika proyek ini dilaksanakan, maka tak akan memungkinkan bagi Palestina menjadikan al-Quds Timur sebagai ibukota, dan tak memungkinkan untuk mengembangkannya.

Di samping itu, proyek ini akan mengisolasi kawasan pedesaan yang dihuni warga Arab, dan menyambungkan segenap permukiman zionis ke dalam perbatasan pemkot al-Quds. Serta membangun al-Quds Raya sesuai visi zionis, yaitu merebut 10 % wilayah Tepi Barat, dan membangun demografi Palestina untuk kepentingan zionis, serta memisahkan Tepi Barat bagian Utara dan Selatan. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment