Rincian Baru Ungkap Kekurangan Tentara Israel dalam Perang 2014

Category: Berita 12 0

Kispa.Org (Nazaret) “Pengawasan Negara” di Entitas Israel, Yosef Shabira, mengungkap detail dan rincian baru yang mengungkap kekurangan tentara penjajah Zionis, pemerintah dan pihak-pihak keamanan Zionis selama agresi yang dilancacrkan ke Jalur Gaza tahun 2014 lalu. Demikian seperti disebutkan surat kabar Zionis Yedeot Aharonot.

Surat kabar Zionis ini menyebutkan bahwa “Pengawasan Negara” telah melancarkan serangan pada kementrian militer Israel, yang mengisyaratkan bahwa departemen rehabilitasi korban luka dalam perang dan yang cacat telah runtuh.

Aharonot mengutip dari “Pengawasan Negara” mengatakan, “Ada kekurangan dalam pemahaman sistem “Hannibal” selama perang tahun 2014 di Gaza dan tentara belum siap mengatasi luka di antara warga negara.

Sistem “Hannibal” adalah sebuah prosedur yang memungkinkan pasukan penjajah Zionis, ketika salah satu tentara dihadapkan pada penyanderaan, untuk melancakan tembakan intensif ke berbagai arah dan perkampungan yang berdekatan dengan daerah upaya lokasi penyanderaan tersebut dalam upaya untuk menggagalkan aksi penyanderaan, bahkan jika berakibat terbunuhnya tentara yang ditawan. Dan ini digunakan selama agresi ke Jalur Gaza beberapa kali khususnya di timur Gaza dan Rafah.

Laporan Yosef Shabira ini menyatakan bahwa prsoedur sistem Hannibal khusus untuk mengatasi penculikan serdadu adalah sebuah masalah, tidak dipahami dengan benar dalam perang. Dia menjelaskan bahwa militer juga belum siap untuk menangani korban luka.

Pada bulan Juli 2014 “Israel” melancarkan perang ke Jalur Gaza yang berlangsung selama 51 hari. Agresi ini menewaskan 2.300 syuhada dan melukai ribuan lainnya. Sementara pesawat terbang dan artileri penjajah Zionis menghancurkan puluhan ribu rumah dan fasilitas. Perlawanan Palestina membalas dengan serangan roket dan operasi spektakuler dari terowongan dan laut, yang menewaskan puluhan tentara dan pemukim Yahudi serta menyandera yang lainnya. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment