Great Return March dan Serangan Balik

Category: Berita 5 0

Kispa.Org (Gaza) Great Return March atau Pawai Kepulangan Raya telah mewujudkan kesuksesan besar meskipun jumlah syuhada besar dan harga mahar harus dibayar dengan darah syuhada yang tak ternilai. Pawai ini telah menggagalkan perhitungan-perhitungan penjajah Israel, telah membuat pasukan Zionis dikerahkan hingga yang terakahir, membuat kabinet Zionis berkumpul, membuat para petinggi militer Zionis tidur malam mereka di perbatasan Gaza, menimbulkan ketakutan di kalangan para pemukim Yahudi yang terpaksa makan hidangan hari raya Paskah mereka di luar kompleks permukiman mereka, mengembalikan isu Palestina kepada isu pengungsi sebagai isu prioritas, ini menjadi mimpi buruk yang mengaduk jiwa penjajah Zionis dari bangsa yang di tangan mereka memiliki tanah dan rumah, yang kemunculan mereka terus ditakuti, yang terus menuntut haknya, yang terus melambaikan kunci rumahnya yang lama, inilah mimpi buruk yang memburu setiap pencuri dan perampas hak-hak (bangsa Palestina).

Pawai ini juga telah memicu perselisihan internal dan gelombang cari mencela, bahkan memicu rasa bersalah dan rasa malu, ditambah reaksi politik dan HAM pada tingkat regional dan internasional atas kejahatan berdarah dingin yang dilakukan para serdadu penjajah Zionis di depan mata dan telingan dunia terhadap orang-orang tidak berdosa dan terisolasi. Dosa mereka hanya kerena mereka keluar mengikuti pawai damai, sebagai sebuah hak dari hak-hak mereka yang yang dijamin oleh konvensi dan hukum internasional.

Namun seperti biasanya, penjajah Zionis tercekik. Betul, mereka terkejut. Bahkan dalam perang-perang dan intifadhah serta revolusi, seperti yang lainnya. Namun penjajah Zionis segera menyerap pukulan itu dan mengambil pelajaran, menyadari apa yang telah hilang dan mulai melakukan serangan balik setelah mengidentifikasi celah-celah datangnya pukulan. Maka mereka susun rencana serangan dan mulai mengarahkan peristiwa ini sehingga menjadi pelaku subyek setelah sebelumnya menjadi obyek sasaran.

Dari sini penjajah Zionis secara militer akan memperkuat pasukannya di front Gaza, sekaligus digunakan untuk membangun kembali benteng pertahannya dengan menempatkan pasukan lebih besar dan lebuh cocok untuk tugas ini. Penjajah Zionis akan membangun lebih banyak lagi pos-pos militer dan tempat-benteng perlidungan, dan berusaha untuk merubah masalah ini menjadi masalah yang bisa dijalani dan beradaptasi dengannya, sebagai upaya untuk kembali ke rutinitas harian mereka di perbatasan. Penjajah Zionis akan mengerahkan potensi hukum, diplomatik dan propagandanya untuk membela kejahatannya di tingkat internasional dan untuk menyerang pawai ini beserta para penyelenggaranya. Penjajah Zionis tahu betul bahwa “Pawai Kepulangan” ini akan berakhir pada 15 Mei dan orang-orang Palestina akan kembali ke rumah-rumah mereka seperti dalam film perbatasan, Jalur Gaza akan tetap diblokade, kedubes Amerika akan dipindah dari Tel Aviv ke al-Quds atau Yeusalem, dan presiden Otoritas Palestina akan kembali meningkatkan hukumannya terhadap Jalur Gaza.

Oleh karena itu, alasan paling penting keberhasilan pawai ini adalah untuk hilangkan kemampuan penjajah Zionis untuk memprediksi tahapan-tahapan ke depan pawai, bukan dalam bentuk dan waktunya, seperti yang terjadi di awal pawai. Begitu juga, keyakinan penjajah Zionis bahwa pawai ini akan berakhir pada tanggal 15 Mei akan membuatnya acuh tak acuh terhadap reaksi lokal, regional dan internasional; akan dilihat pawai ini adalah sebuah krisis dan akan berakhir. Oleh karena itu, penjajah Zionis tidak boleh tahu apa langkah selanjutnya, juga tidak boleh tahu kapan itu terjadi dan taktik apa yang akan digunakan. Hal ini mengharuskan para pemimpin pawai memiliki rencana strategis tersembunyi, tidak mengungkapkan taktik tersebut kecuali pada waktunya. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment