Pesan untuk Israel dari Perbatasan Timur Jalur Gaza

Category: Artikel 21 0

1892020040Kispa.org – Gaza

Aksi pawai kepulangan akbar sudah melewati hari yang ketigabelas. Para demonstran damai yang menjadi peserta pawai tumpah di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza. diperkirakan akan terus mendapatkan dukungan gerakan rakyat Palestina. Menghadapi semua ini, penjajah Zionis nampak lemah dan bingung dalam mengubur gerakan damai yang dimulai sejak 30 Maret lalu itu.

Selama 13 hari ini nampak jelas bahwa tentara penjajah Zionis yang mengerahkan pasukan lapangan dan peralatan perannya dalam jumlah besar, tidak mampu menahan roda pawai kepulangan yang dilaksanakan dengan cara-cara damai telah menyingkap aib keamanan penjajah Zionis.

Penjajah Zionis telah menggunakan beragam metode, mulai perang psikologis dan media, kemudian menggunakan peluru eksplosif dan gas air mata untuk menarget para peserta pada jarak yang berbeda-beda dari kawat pemisah, dan meningkat derajatnya ketika mulai membom lokasi-lokasi perlawanan yang semakin mengisyaratkan akan perang berskala menyeluruh.

Sejak dimulai pawai kepulangan akbar, sudah 32 warga Palestina gugur dan lebih dari 3000 lainnya terluka akibat tindakan represif penjajah Zionis terhadap para peserta pawai damai di perbatasan timur Jalur Gaza.

Lemah dan Bingung

Pakar urusan keamanan, Mahmud Ajrami, menegaskan bahwa penjajah Zionis sudah nampak bermasalah menghadapi gerakan massa damai yang kembali membicarakan hak untuk kembali, rakyat dan perlawanan telah mengirim dua pesan.

Dia menambahkan, “Perlawanan telah melakukan manuver taktik tinggi dan setelah itu dimulai pawai kepulangan untuk menegaskan bahwa perjuangan akan terus berlanjut. Sekarang penjajah Zionis tidak dapat menghentikan pawai kepulangan ini dan tidak dapat memenuhi tuntutan pawai kepulangan.”

Penjajah Zionis takut meluasnya masalah keamanan dengan menyebarnya ide pawai kepulangan ke Tepi Barat dan wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak tahun 1948. Hal ini akan menambah beban keamanan dan upaya lapangan. Bisa jadi berupa aksi damai pada pertengahan Mei mendatang dari negara-negara sekitar Palestina.

Pakar urusan keamanan Ibrahim Habib mengatakan bahwa penjajah Zionis menggunakan senjata dengan sengaja untuk melakukan tindakan represif terhadap aksi pawai. Namun sampai sekarang belum mengangkat seluruh senjatanya karena korbannya menciptakan citra buruk yang akan banyak membebani Israel.

Dia melanjutkan, “Meningkatnya aksi pawai kepulangan membenani Israel. Perkembangan pawai ini bisa mengancam Israel dengan kepulangan para pengungsi Palestina ke tanah asal mereka. Namun penjajah Zionis tidak akan menyerah, bisa jadi meningkatkan agresinya. Karena Amerika mendukungnya dengan harapan bisa menghancurkan ide pawai kepulangan.”

Tujuan dan Tahapan

Pemukim Yahudi yang memberikan kepercayaan penuh kepada militer penjajah Zionis sejak Israel berdiri, membunuhkan keamanan dan kedamaian. Kelahiran ide pawai kepulangan mengancam kemapanannya bahkan mengancam eksistensi entitasnya.

Terus merosotnya kegagalan keamanan penjajah Zionis tidak hanya berdampak kepada nafsunya untuk lebih banyak membunuh korban dengan berbagai senjata, namun kelemahannya mengancam citra Israel yang mengklaim dirinya demokratis di kawasan.

Ahrami mengatakan, “Pawai kepulangan telah membuat Israel terpojok, karena secara keamanan gagal menekan para demonstran damai. Dan sebaliknya justru melakukan kejahatan meski mengklaim sebagai oasis demokrasi di padang pasir Arab.”

Lebih lanjut Ajrami mengatakan, “Taktik penjajah Zionis bergulir, namun secara keamanan lemah mengantisipasi bagaimana pawai kepulangan akan berkembangan di lapangan. Penjajah Zionis telah menggunakan pesawat mata-mata, pesawat tempur, gas air mata dan peluru eksplosif, namun pilihan keamanannya sangat terbatas.”

Kegiatan-kegiatan damai ini telah sukses mengungkap ketidakmampuan keamanan dan lapangan penjajah Zionis. Ajrami mengingatkan kata-kata terkenal dari “Ben-Gurion” yang dia katakan pada hari berdirinya “Israel”: mempertahankan eksistensi Israel harus terus dilakukan.

Habib berpendapat bahwa setiap upaya lapangan harus memiliki tujuan politik yang jelas, baik itu pendek, menengah atau panjang. Terungkapnya kegagalan keamanan penjajah Zionis menghadapi kekuatan pawai dan pengorbanannya harus berujung pada pencapaian.

Dia melanjutkan, “Pawai ini mengusung nama kepulangan, mematahkan blokade, dan menghadapi ketidakmampuan keamanan penjajah Zionis. Sekiranya sampai 15 Mei berhasil mewujudkan sebagian dari tujuan sekarang ini dengan mematahkan blokade Gaza, maka akan menjadi pencapaian periodik yang baik.”

Selama keamanan adalah prioritas penjajah Zionis dan para pemukim yahudi sejak “Israel” berdiri, maka pawai kepulangan yang telah mengungkapkan ketidakmampuan keamanan penjajah Zionis meskipun memiliki kekuatan yang merusak, menjadi dasar tahapan yang mengancam eksistensi penjajah Zionis, yang merampas tanah dan memaksa jutaan orang Palestina untuk berdiaspora di bumi. (aa/pip)

Related Articles

Add Comment