Anak-anak Tak Berdosa yang Dibelenggu Israel

Category: Berita 20 0

-780129294Kispa,org – Ramallah

Khalil Mustafa, bocah Palestina berusia 15 tahun, jiwa anak-anak yang tidak bersalah, tidak mendapatkan toleransi dari kebrutalan penjajah Zionis Israel, untuk menjadi korban belenggu penjajah Zionis, sebagaimana yang dialami puluhan teman lainnya dari anak-anak Palestina.

Di timur kota Qalqilia, wilayah utara Tepi Barat, pasukan penjajah Zionis menyerbu rumah keluarga bocah Khalil Mustafa untuk menculiknya dari pangkuan ranjangnya yang hangat, dengan tuduhan melakukan pelemparan batu kepada mobil pemukim Yahudi.

“Melempar batu” adalah tuduhan yang paling sering dan berulang-ulang dalam kasus-kasus tahanan anak. Melalui tuduhan tersebut penjajah Zionis berusaha menciptakan keadaan ketakutan dan kepanikan di antara mereka, sebagai diceritakan para pengacara yang menangani kasus mereka.

Tuduhan hasutan

Di al-Quds, tuduhan penghansutan adalah bentuk lain yang digunakan penjajah Zionis untuk menarget anak-anak Palestina di al-Quds. Beberapa hari yang lalu pengadilan penjajah Zionis di al-Quds menggelar sidang atas kasus baru yang diajukan oleh jaksa penjajah Zionis terhadap seorang bocah Palestia Syadi Farah berusia 15 tahun dari al-Quds, dengan tuduhan bahwa Farah melakukan aksi penghasutan di dalam Pusat Acara “Tamra”, di mana otoritas penjajah Zionis menahannya sejak ditangkap pada 30 Desember 2015.

Pengacara al-Haj yang menangani kasus ini mengatakan bahwa melalui sidang tersebut jaksa penjajah Zionis meminta agar Farah dipindahkan ke tahanan penjajah Zionis. Akhirnya pengadilan penjajah Zionis memutuskan agar korban tetap berada di dalam Pusat Acaca “Tamra” untuk menghabiskan sisa masa tahanannya selama 2 tahun. Untuk diketahui bahwa ketika pengadilan memutuskan Farah belum menghitung satu tahun penuh yang dihabiskan dalam tahanan sebelum putusan akhir 2016.

Cerita semua anak

Semua anak yang ditawan penjajah Zionis memiliki cerita. Seperti yang dialami bocah yang ditawan penjajah Zionis, Aiham Raed Ahmad, bocah berusia 13 tahun asal kota Deir Qadis. Tidak lama dia melihat ke arah hakim militer Zionis saat digiring dengan kedua tangan dan kaki diborgol di ruang sidang yang penuh sesak di Ofer. Namun keinginannya hanya untuk melihat ayahnya.

Menurut data Gerakan Internasional untuk Membela Anak-anak (International Defense for Children) yang berbasis di Jenewa, beberapa anak tidak pernah diadili sama sekali dan mereka ditahan tanpa tuduhan. Mereka diperlakukan layaknya orang dewasa selama penyelidikan untuk mengorek pengakuan dari mereka. Kasus Muhammad adalah satu dari ratusan kasus, dan mewakili situasi anak-anak Palestina di bawah pendudukan penjajah Zionis.

Sumber-sumber HAM menegaskan bahwa anak-anak Palestina yang ditawan penjajah Zionis, mereka ditahan karena dituduh melakukan pelemparan batu kepada pasukan penjajah Zionis yang ada di menara pengawas atau di kendaraan lapis baja.

Menurut gerakan International Defense for Children, penangkapan dan penahanan terhadap anak-anak Palestina adalah melanggar hukum internasional untuk hak anak-anak yang ditantangani Israel. Penggunaan jenis-jenis tertentu dalam penyiksaan dan perlakuan buruk adalah bagian dari proses penyelidikan.

Sementara itu pengacara Buthania Dokmak mengatakan bahwa otoritas penjajah Zionis menghalangi anak-anak yang menjadi tahanan untuk mendapatkan hak paling dasar yang diberikan kepada mereka oleh konvensi internasional.

Dia menambahkan, “Meskipun konvensi internasional tentang hak asasi manusia, khususnya Konvensi Hak Anak, menekankan perlunya melindungi anak-anak dan kehidupan mereka, kelangsungan hidup dan peluang pertumbuhan mereka. Konvensi-konvensi ini membatasi perampasan kebebasan anak-anak dan menjadikan perampasan tersebut sebagai pilihan terakhir dan untuk waktu sesingkat mungkin. Hanya saja otoritas penjajah Zionis menjadikan aksi pembunuhan dan penahanan anak-anak Palestina sebagai pilihan pertama.”

Menurut Badan Urusan Tawanan, jumlah tawanan Palestina yang mendekam di penjara penjajah Zionis sampai 28 Februari 2018 sekitar 6500, 65 di antaranya adalah wanita, termasuk 8 di bawah umur. Sementara jumlah tawanan anak-anak yang mendekam di penjara Zionis sekitar 350 anak. (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment