Bangsa Revolusioner Karena Fitrah

Category: Artikel 12 0

-148188380Kispa.org

Oleh: Amal Yunus

Pasca launching pawai kepulangan akbar, yang meninggalkan gema besar di koridor politik, dan membuat politisi mereview kembali perhitungan mereka, rakyat menjadi lebih sadar akan perannya, mereka menjadi lebih berhati-hati dalam gerakannya.

Pawai kepulanga akbar telah membuktikan bahwa bangsa Palestina adalah bangsa revolusioner karena fitrah. Begitu ada sesuatu mengganggunya, mereka tidak bisa tinggal diam. Sebaliknya, mereka berinovasi menciptakan cara-cara yang di dalamnya mengekspresikan rasa sakit yang dialaminya, namun tanpa mengalah, tunduk atau menyerah. Sejak awal, bangsa ini hidup dalam kondisi revolusi, sehingga revolusi itu telah menjadi bagian gen dan komponennya. Tidak mau menyerah dan menjadi marginal.

Pawai kepulangan akbar dengan taktik sederhananya telah membuktikan mampu menciptakan perbedaan yang selama bertahun-tahun tidak bisa diciptakan oleh perdamaian palsu. Anak-anak Gaza membuktikan bahwa mereka, dengan dada telanjang mereka, mampu menghadang mobil-mobil lapis baja, tank-tank dan peluru. Bahkan, warga Gaza telah memalingkan pandangan dunia ke arah wajah buruk Zionis, yang menggunakan kekuatan untuk menghadapi orang-orang terisolir yang menuntut hak-haknya.

Bangsa revolusioner ini telah membuka berkas hak kembali yang hampir-hampir ditutup oleh beberapa tangan dan mengakhiri the deal of century, untuk membuktikan kepada dunia bahwa segalanya terjadi di depan mata dan dengan kesepakatan semua pihak.

Orang-orang yang menciptakan revolusi “Jum’af Ban”, sulit dikalahkan oleh kebijakan-kebijakan tendensius, sulit untuk dikalahkan oleh blokade, yang kalau saat ini blokade itu diterapkan pada bangsa lain, pasti tunduk menyerah.
Adapun yang terjadi di perbatasan timur Gaza adalah revolusi spktakuler. Revolusi damai yang dilindungi oleh jiwa-jiwa yang murka. Revolusi damai yang dilindungi oleh ruh-ruh yang siap berkorban di jalannya. Agar tetap berkobar. Tidak mungkin kita mengendalikan pihak lain, kemudian kita menyerukan agar tidak menembak. Namun kita bisa mengendalikan revolusi kita, kemudian kita tambahkan padanya warna-warni yang mewarnainya dan melukis revolusi dalam bentuk yang paling indah, seperti revolusi kelas atas yang berisi pameran kebudayaan dan malam budaya yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah ini.

Sampai detik ini, warga Gaza masih menjaga prinsip pawai. Yaitu pawai damai. Mereka juga berhasil mempertahankan ketenangan pawai setelah darah tertumpah di area perkemahan pawai kepulangan. Orang-orang Gaza berhasil membuktikan kemampuan mereka untuk menangani suara rakyat dan keinginannya, serta berhasil mengesampingkan perbedaan politik.

Kesuksesan revolusi rakyat ini telah mendorong banyak aktor politik memperkuat posisinya di pawai ini. Bahkan ada pihak-pihak lain yang berusaha menisbatkan dirinnya dalam abjad pertama pawai. Namun itu semua hanya sampingan. Suara rakyat tetap yang paling kuat. Agar suara-suara orang lemah tetap mengecam kedzaliman dan blokade, menuntut haknya di tanah airnya, serta mengingatkan dunia bahwa mereka tidak pernah lupa dan tidak akan lupa.
Sebuah bangsa revolusioner yang membuktikan nilainya, yang membuktikan bahwa mereka layak hidup, orang-orang yang melakukan revolusi melawan ketidakadilan karena fitrah yang perlu dikendalikan, untuk menuntut hak-haknya. (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment