Tokoh Kristen: Great Return March Pesan Kuat untuk Trump

Category: Berita 59 0

-2106968286Kispa.org – Gaza

Manuel Musallam, seorang tokoh agama Kristen dan anggota Badan Tinggi Islam Kristen untuk Membela Tempat-tempat Suci, mengatakan, “Rakyat Palestina akan kehilangan hak untuk kembali jika mereka diam dari melakukan perlawanan, berbicara dan dari berpegang teguh pada haknya.”

Dalam wawancara dengan Pusat Informasi Palestina, mantan pendeta Gereja Latin di Gaza ini menekankan bahwa pawai kepulangan raya atau Great Return March adalah pesan yang kuat bagi Donald Trump.

Manuel mengatakan, “Rakyat Palestina tidak memiliki kebangkitan baru, selama 70 tahun menjalani hidup dalam perjuangan dan perang untuk memperjuangkan haknya.” Dia mengingatkan bahwa siapa yang tidak melakukan perlawanan akan kehilangan haknya dalam perlawanan dan haknya untuk kembali.

Manuel menjelaskan bahwa dirinya mendorong dan masih terus mendorong orang-orang yang telah berangkat dan sedang berangkat ke perbatasan untuk pulang kembali ke negeri asal mereka diusir dari sana.

Manuel berpesan kepada para peserta pawai kepulangan raya, “Angkat tangan kalian menuju al-Quds dan sampaikan selamat sambil berseru kepada al-Quds: kami putra putrimu wahai al-Quds, seluruh kekuatan dan pikiran kami, dan seluruh daya dan perlawanan kami untukmu. Kepulangan kami kami adalah kepadamu karena engkau adalah tanah air Palestina, dan kami adalah rakyatmu.”

Manuel menyerukan kepada semua peserta yang ikut dalam pawai ini untuk melihat ke negeri dan desa asal mereka diusir. “Siapa yang diusir dari desa Sawafir dan siapa yang diusir dari Beer Seva, maka lihatlah ke sana, bahwa dia akan kembali ke desanya,” terangnya.

Dia menambahkan, “Agar setiap orang yang telah terusir dari negeri dan desanya mengatakan: saya akan data ke desa saya bersana anak-anak saya. Apabila saya sudah tidak punya anak, maka saya akan bersama cucu saya dan anak dari cucu saya.” Dia menegaskan bahwa akan datang hari di mana rakyat akan datang ke Palestina, Haifa, Jaffa, Elad dan Ramleh.

Merespon kejahatan yang dilakukan penjajah Zionis terhadap para peserta demo yang ikut dalam pawai kepulangan raya, Manuel mengatakan, “Kami tidak takut Israel karena mereka telah membunuh puluhan pemuda dalam pawai kepulangan. Yang seharusnya takut adalah Israel dan Amerika. Karena darah yang tertumpah ini akan ada yang membalaskan dan tidak akan tertumpah dengan sia-sia.”

Dia menambahkan, “Israel dan Amerika harus takut terhadap darah yang mereka tumpahkan. Kita tidak boleh berdiam dalam perbudakan, karena mereka tidak memiliki kemanusiaan.” Dia menegaskan bahwa ini adalah hak Palestina dan akan diambil dengan paksa dan dengan segala cara dan sarana. Karena Israel tidak memiliki hak sebutirpun tanah Palestina.

Manuel menyebut Trump adalah teroris. Kepada Amerika dan Israel, Manuel mengatakan, “Siapa yang mempermainkan hukum internasional dan tidak menghormatinya serta melannggarnya, maka dia adalah teroris dengan segala makna yang terkandung di dalamnya. Silahkan bantai saya, kami tidak takut pada kalian.” (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment