14 Tahun Kepergian Rantisi: Spirit Perlawanan Belum Padam

Category: Artikel 20 0

-782687414Kispa.org – Ramallah – Pusat Informasi Palestina

Empatbelas tahun yang lalu, pesawat tempur Zionis mengambil jasad pemimpin Palestina Abdul Aziz Rantisi. Namun spirit pidato dan sikap historisnya masih belum meninggalkan potret perlawanan yang ditorehkan di sepanjang sejarang perjuangannya yang panjang.

Rantisi pergi lebih diri meninggalkan kesedihan yang mendalam. Kepergiannya meninggalkan pelajaran dan tanda-tanda pada perlawanan, yang tidak kalah penting dan kuatnya dari senjata yang dilambaikannya dalam pidato-pidatonya yang penuh gairah, yang suka didengarkan banyak masyarakat.

Mengenang pribadi Rantisi, Ayat Barakat dari Universitas Birzeit mengatakan, “Peringatan syahidnya pemimpin Palestina Abdul Aziz Rantisi memiliki simbolisme khusus. Peringatan ini mengilhami harapan dan mempertajam obsesi kami lagi, terutama pidato-pidatonya, yang diikuti dengan tindakan oleh pimpinan luas biasa.

Mahmud Mustafa, juga dari kampus Birzeit mengatakan bahwa Rantisi bukan sekedar pemimpin biasa, namun menjadi inspirator para generasi. “Bagaimana menjadikan mati dijalan Allah sebagai cita-cita paling luhur dan tertinggi. Bagaimana para pimpinan Hamas mempersembahnya nyawanya dengan murah di jalan Allah. Mereka selalu terdepan memimpin prajuritnya agar menjadi contoh hidup untuk pengorbanan.”

Apache

Nasher Abu Rab dari Jenin, masih teringat ungkapan yang dikatakan oleh Ransiti, “Kematian pasti tiba, tidak bisa dihindari. Karena Apache atau kanker atau karena hal iannya. Namun saya menyambut baik kematian dengan Apache.”

Kalimat ini, ungkap Nasher Abu Rab, meskipun singkat, telah menorehkan arti hidup dengan mulia dan bermartabat, menolak kehinaan. Mati adalah pasti terjadi pada setiap manusia. Karena itu jadikan kematian secara terhormat. Itulah yang terjadi pada Rantisi.

Aktivis Palestina Khalil Salam mengatakan, “Saya mendengarkan banyak pidato Rantisi. Pidato-pidato itu puncak dalam mempertajam obsesi dan meningkatkan spirit. Dia itu seperti seorang lelaki dari surga yang berpidato kepada para tentara Allah di bumi.”

Meski sudah 14 tahun berpulang ke rahmatullah, namun foto-fotonya masih terpasang di masjid-masjid di Tepi Barat dan juga di jalan-jalan, di kampus-kampus, dan kadang-kadang menghiasi situs-situs jejaring sosial.

Eksperimen Politik

Tahun 1983 Rantisi ditangkap karena menolak membayar pajak kepada otoritas penjajah Zionis. Dia kembali ditangkap pada 5 Januari 1988 selama 21 hari. Untuk ketiga kalinya dia ditangkap pada 4 Februari 1988 dan mendekam di dalam penjara Zionis selama 2,5 tahun karena ikut dalam “aktivitas anti Israel”. Dibebaskan pada 4 September 1990. Kemudian ditangkap lagi pada 14 Desember 1990 dan mendekam di penjara Zionis sebagai tahanan administratif (tanpa tuduhan dan proses hukum) selama satu tahun.

Bersama sejumlah aktivis Gerakan Hamas di Jalur Gaza, Rantisi mendirikan Gerakan Hamas di Jalur Gaza tahun 1987.

Pada 17 Desember 1992, bersama 400 tokoh, aktivis dan kader gerakan Hamas dan Jihad Islam, dibuang ke Libanon Selatan. Dia menjadi jurubicara paling menonjol bagi ratusan rekanan di pembuangan di kamp pengungsi al-Audah di daerah Maraj Zuhur dan memaksa penjajah Zionis untuk memulangkan mereka.

Otoritas penjajah Zionis kembali menangkapnya begitu pulang dari Maraj Zuhur. Pengadilan militer penjajah Zionis mengeluarkan vonis hukuman penjara dan mendekam dalam penjara Zionis hingga pertengahan tahun 1997.

Juni 2003, Rantisi lolos dari upaya pembunuhan ketika pesawat tempur Zionis melesakkan rudal ke arah mobil yang dikendarainya di Jalur Gaza. Namun dia mengalami luka-luka.

Pada 4 Maret 2004, dia dipimpin sebagai ketua Hamas di Palestina menggantikan Syaikh Ahmad Yassin. Pada malam Satbu (17/4/2004), dia gugur dalam serangan rudal yang dilakukan pesawat heli tempur Apache penjajah Zionis pada mobilnya di Jalur Gaza. (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment