Apa yang Diinginkan Tawanan Palestina?

Category: Artikel 6 0

138850237KIspa.org

Oleh: Nasher Nasher

Apa yang diinginkan para tawanan Palestina? Tawanan Palestina ingin mereka dibebaskan, mendapatkan kebebasan secepatnya dan dengan sarana apapun yang sah dan terhormat. Terutama dan bahkan paling penting dan paling realistis adalah pertukaran yang dilakukan perlawanan Palestina dengan penjajah Zionis. Sampai hak itu terjadi, rakyat Palestina dengan seluruh kekuatan, partai, perlawanan dan institusinya wajib meringankan penderitaan tawanan dan keluarganya, bahkan sebisa mungkin harus memperbaiki syarat kelayakan hidup mereka.

Berdasarkan hal itu, maka perhatian pertama dan pertanyaan paling menonjol yang beredar di antara para tawanan dan keluarga mereka, dan setelah sekitar empat tahun penyanderaan para prajurit (Zionis) dalam perang tahun 2014 dan setelah tujuh tahun kesepakatan pertukaran (1), terutama mereka yang telah mendekam di dalam penjara Zionis selama bertahun-tahun yang dialami puluhan tawanan sampai lebih dari dua puluh tahun, pertanyaannya mengapa terjadi penundaan kesepakatan pertukaran (2)? Kesepakatan yang digambarkan oleh para pemimpin perlawanan sebagai yang terhormat dan mampu membebaskan banyak tawanan.

Apakah alasannya hanya karena sikap keras kepala penjajah Zionis dan yang karena sikapnya yang sudah dikenal suka menunda-menunda? Atau karena besarnya konspirasi dan persekongkolan yang dialami isu Palestina secara umum dan perlawanan di Gaza pada khusus? Mungkinkah perlawanan yang mana para kader setiap berinovasi menciptakan sarana perlawanan seperti aksi pawai kepulangan akbar, melakukan lebih banyak tekanan untuk memaksa Israel agar melakukan kesepakatan (pertukaran)? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya datang atas dasar harapan dan kepercayaan pada kecerdasan dan kemampuan perlawanan, yang di masa lalu telah berhasil mengatasi banyak hambatan yang ditimbulkan oleh penjajah Zionis demi menghindari dari membayar harga yang tinggi untuk setiap kesepakatan pertukaran yang datang.

Yang pertama adalah kebebasan pertama dan yang kedua adalah kebebasan. Itulah yang diinginkan para tawanan dari rakyatnya dan saudara-saudaranya yang bebas. Tentu saja ini tidak mengurangi nilai dan kebutuhan para tahanan terhadap dukungan materi, moral, politik, sosial, keuangan dan media. Semua itu adalah kebutuhan yang sangat diperlukan tawanan agar tetap memiliki keteguhan dan spirit juang menghadapi tantangan yang mereka hadapi akibat realita penahanan yang sulit dan pahit.

Karena tahanan Palestina terkait dengan ikatan anggota tubuh pada obsesi dan harapan rakyatnya yang berjuang. Mereka sedih dan merasa sakit dengan kondisi situasi internal Palestina, di mana perpecahan telah berubah menjadi pengejaran dan blokade. Sehingga orang Palestina, karena didorong oleh penjajah Zionis, memerangi saudaranya bahkan terhadap mata pencahariannya. Namun demikian, tawanan Palestina mengamati dengan takjub dan bangga terhadap kreativitas rakyat Palestina dalam “pawai kepulangan akbar”. Pawai ini mengembalikan Palestina kepada kecemerlangan mereka dan menunjukkan perjuangannya dengan cara dan taktik baru. Pawai ini mengukuhkan persatuan nasional di lapangan untuk semua rakyat Palestina. Atas dasar perlawanan dalam segala bentuknya untuk mencapai tujuan nasional Palestina, terutama hak untuk kembali (ke tanah airnya). (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment