Tersangka Pelaku Pembunuhan Cendekiawan Fadi Batsh Masih di Malaysia

Category: Berita 26 0

Kispa.Org ( Kuala Lumpur ) Inspektur Jenderal Polisi Malaysia Tan Sri Mohammad Fawzi Harun pada hari Rabu ini (25/4/2018) mengungkapkan rincian baru tentang pembunuhan ilmuwan energi Palestina Dr. Fadi al-Batsh. Dia menyatakan bahwa polisi meyakini bahwa sampai saat ini tersangka belum meninggalkan negara tersebut.

Pagi ini polisi Malaysia mengeluarkan foto baru salah satu tersangka utama yang menjadi pelaku pembunuhan pada Sabtu pagi lalu, setelah polisi mengungkapkan lokasi sepeda motor yang digunakan oleh para pembunuh. Nomor registrasi (BKJ 413) ditinggalkan di dekat danau berjarak sekitar sembilan menit dari TKP.

Dalam pernyataan pers yang digelar hari ini, Harun mengatakan bahwa tersangka sudah berada di negara itu sejak Januari lalu (sekitar empat bulan sebelum pelaksanaan kejahatan). Dia menjelaskan, kemungkinan terangka terus mengubah penampilan karena polisi terus dilacaknya. Tidak menutup kemungkinan dia menggunakan dokumen palsu untuk masuk ke Malaysia.

Menjawab pertanyaan kemungkinan pelaku adalah agen asing, Harun mengatakan bahwa dia tidak bisa memastikan atau membantah hal itu. Dia menambahkan, “Tapi kami meyakiki mereka sangat terlatih, karena penembakan dilakukan secara profesional.”

Orang-orang tidak dikenal pada Sabtu (21/4/2-18) membunuh cendekiawan Palestina Fadi al-Batsh, saat dalam perjalanan ke masjid untuk shalat subuh di dekat rumahnya di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur. Keluarga menuduh intelijen Zionis Mossad berada di balik pembunuhan al-Batsh ini.

Beberapa jam setelah aksi pembunuhan, Kepala Biro Politik Gerakan Hamas Ismail Haniyah, kepada Pusat Informasi Palestina mengatakan bahwa delegasi pimpinan Hamas telah tiba di Malaysia untuk melakukan pertemuan dengan para pejabat di sana dan untuk mengetahui status kejahatan ini.

Haniyah mengatakan bahwa gerakannya akan melakukan semua yang harus dilakukan untuk mengungkap kejahatan pembunuhan cendekiawan Palestina Muhammad al-Batsh. Dia menegaskan bahwa orang yang melakukan pembunuhan ini akan membayar harganya. “Antara kami dan pelaku akan ada tagihan terbuka dan dia pasti akan membayarnya.”

Rencananya akan diadakan penyambutan kedatangan jenazah di Jalur Gaza, sebagai penghormatan atas kontribusi ilmiah dan dakwah Fadi Batsh. (aaa/pip)

Related Articles

Add Comment