Apa yang Menanti “Israel” di “Mei” yang Panas?!

Category: Berita 6 0

-132359324Kispa.org – Gaza

Bulan Mei adalah bulan panas dan menjadi faktor kekhawatiran besar bagi penjajah Zionis. Sebabnya adalah karena pawai kepulangan akbar telah memasuki bulan kedua, yang puncaknya direncanakan pada 15 Mei yang akan datang. Memen ini bersamaan dengan peringatan hari Nakbah Palestina di satu sisi. Di sisi lain, ada niat pemerintah Amerika memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke al-Quds atau Yerusalem, niat pemerintah Amerika menyelesaikan masalah perjanjian nuklir Iran dan keinginan Teheran untuk memabas Tel Aviv pasca serangan pangkalan Iran di Suriah. Semua ini menjadikan bulan Meis adalah bulan yang panas dan menjadi faktor kekhawatiran besar penjajah Zionis.

Pakar urusan Zionis Adnan Abu Amir, menegaskan bahwa Israel melihat peristiwa panas di Mei 2018 bisa menjadi paling berbahaya sejak Mei 1967, di mana pada bulan ini ada lima peristiwa penting yang menentukan.

Dari sudut pandang lain, analis politik Shalhuddin Awawidah berpendapat bahwa bulan Mesir adalah bukan hukuman Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas terhadap Jalur Gaza. Kepada Pusat Informasi Palestina, Awawidah menjelaskan bahwa Abbas merasa tidak memiliki waktu untuk bersabar dan ingin menghabisi isu Palestina sebelum mati. Dia mengira, dengan mencekik Gaza secara total akan mempercepat hal itu.

Awawidah meyakini bahwa eskaasi ancaman dan serangan ke Iran akan memiliki dampak pada situasi Palestina. Bukan soal serangan ke Irannya, namun soal dukungannya pada perlawanan Palestina. Iran bisa dipukul dan dikendalikan, maka akan mudah memukul perlawanan Palestina.

Kekhawatiran Ledakan

Spesialis urusan Zionis Aiman Rafati menegaskan bahwa pawai kepulangan menjadi masalah besar bagi penjajah Zionis selama bulan ini. Diprediksi penjajah Zionis akan menghadapi massa besar Palestina yang akan berusaha melewati pagar perbatasan. Israel tahu, penanganan yang salah terhadap massa ini akan sangat memperburuk situasi kawasan. Hal ini tidak diinginkan oleh institusi keamanan dan militer penjajah Zionis, di tengah-tengah tidak berlanjutnya pembangunan tembok bawah tanah di perbatasan Jalur Gaza dan tidak tersedianya kemampuan militer Zionis untuk menghadapi aksi massa ini.

Sementara itu Awawidah menyatakan bahwa orientasi warga Palestina menuju wilayah Palestina 1948 melalui pawai kepulangan telah mengacaukan rencana penjajah Zionis dan menciptakan kondisi ketakutan terjadinya ledakan ke arah Israel. Bila itu terjadi bisa menggagalkan rencana Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas. Dia menambahkan, pawai kepulangan akan menentukan trek semua isu Palestina bukan hanya Jalur Gaza saja.

Sedanga analis militer Rami Abu Zubaidah menegaskan bahwa pawai kepulangan akbar ini telah menghasilkan capaian-capaian penting dalam bentuk pesan ke dunia, mengenai komitmen rakyat Palestinya untuk memepertahankan hak-haknya. Dan sekarang ada waktunya rakyat Palestina menentukan urusannya. Kemampuan rakyat Palestina telah membuktikan inovasi bentuk baru perlawanan, yang terus menyulitkan penjajah Zionis dan menambah dukungan rakyat serta dunia pada persoalan rakyat Palestina.

Skenario dan Usulan

Rafati meyakini bahwa bulan Mei merupakan tragedi politik bagi orang-orang Palestina, di tengah-tengah pemindahan kedubes Amerika ke al-Quds, setelah pemeritnah Amerika mengumumkan al-Quds sebagai ibukota negara penjajah Zionis, yang disusul dengan berita rencana Presiden Amerika Donald Trump untuk memberangus isu Palestina.

Rafati dan Abu Zubaidah memprediksi, berkobarnya perang Israel di utara Palestina dengan front Suriah dan Libanon, bisa menambah tekanan pada Jalur Gaza dan penjajah Zionis bisa melakukan pembantaian pada pawai kepulangan di 15 Mei yang akan datang.

Keduanya juga memprediksi bahwa berkobarnya perlawanan rakyat di Jalur Gaza dan Tepi Barat, bisa memaksa penjajah Zionis dan Amerika mundur dari langkah-langkahnya. Skenario yang paling lemah adalah berundingan dengan penjajah Zionis untuk memperbaiki situsi di Jalur Gaza melalui perjanjian menyeluruh mencakup situasi ekonomi dan tawanan. (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment