Perang Pikiran .. Arena Rahasia antara Perlawanan dan “Israel”

Category: Berita 6 0

157992284Kispa.org – Gaza

Tanpa ragu-ragu Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, mengumumkan bahwa penjajah Zionis bertanggung jawab langsung atas kejahatan yang terjadi di wilayah tengah Jalur Gaza pada Sabtu (5/5/2018) malam. Al-Qassam menegaskan bahwa penjajah Zionis “akan membayar harga mahal”.

Nampaknya Brigade al-Qassam belum mengungkap semua hal di balik peristiwa ini. Al-Qassam mengatakan, “Ada sisi-sisi penting dalam peristiwa besar ini yang akan kami ungkap kepada rakyat Palesetina dan akan kami sampaikan rincian dengan izin Allah.”

Perang Pemikiran

Melalui aksi seperti ini penjajah Zionis berusaha menghanacurkan perlawanan dan kemampuannya dengan cara yang mirip seperti “operasi tangan bersih”. Demikian ditegaskan bahwa pakar urusan Zionis Ala Rimawi.

Kepada Pusat Informasi Palestina, Rimawi menegaskan bahwa dengan menarget perlawanan seperti ini penjajah Zionis berusaha menyeret perlawanan untuk membalas agar penjajah Zionis bisa mangarahkan serangan dengan tepat kepada perlawanan. Dia menegaskan ada capaian besar pada perlawanan.

Dalam pernyataan terpisah, al-Qassam menegaskan, “Kami katakan kepada penjajah Zionis bahwa waktu pembayaran tagihan pasti datang, tidak bisa tidak dengan izin Allah. Hasilnya akan menyakitkan bagi penjajah Zionis.”

Rimawi khawatir ada upaya penjajah Zionis memaksakan realita permaian baru. Di mana penjajah Zionis bisa menggempur pos-pos perlawanan dan anggotanya yang bisa membatasi perlawanan dan menjadikannya tidak mampu membalas secara langsung. Permainan ini sangat berbahaya, tegasnya. Karena itu, dia memperingatkan perlawanan agar berhati-hati mengadapi penjajah Zionis jangans sampai menyeretkan kepada permainan ini tanpa bisa melakukan balasan.

Rencana Berbahaya

Al-Qassam menegaskan bahwa sekelompok mujahidnya gugur dalam tugas besar keamanan dan lapangan. Dalam tugas tersebut mereka berhasil menggagalkan rencana spionase berbahaya. Mereka memantau kelompok spionase teknis terbesar yang ditanam penjajah Zionis di Jalur Gaza untuk menghancurkan rakyat dan perlawanan Palestina.

Spesialis urusan Zionis, Aiman Rafati, menegaskan bahwa meskipun sekelompok mujahidnya gugur namun perlawanan berhasil mewujudkan kesuksesan besar dengan mengungkap organisasi spionase terbesar di Jalur Gaza. Operasi spionase keamanan ini bukan yang pertama dilakukan, sebelumya perlawanan Palestina telah berhasil menghancurkan banyak organisasi spionase.

Dari sisi politik, penjajah Zionis berusaha memanaskan front Jalur Gaza bersamaan dengan mendekatnya waktu puncak pawai kepulangan akbar pada 15 Mei yang akan datang. Yaitu dengan upaya melancarkan serangan ke perlawanan dengan tujuan untuk mendorong perlawanan melakukan serangan balasan, tanpa terlihat bahwa penjajah Zionis yang melancarkan serangan ini, dengan tujuan untuk menggagalkan pawai kepulangan dan memutar balikkan fakta. Demikian menurut Farati kepada Pusat Informasi Palestina.

Analis politik ini meyakini kemungkinan perlawanan Palestina menundah serangan balasan terhadap kejahatan ini. Dia menambahkan, “Mungkin perlawanan menunda serangan balasan atas kejahatan ini di waktu yang akan datang demi kepentingan tertinggi seperti menyukseskan pawai kepulangan, yang telah menyakitkan musuh dan membatasi kemampuan pasukannya menghentikan pawai ini. (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment