Kemenkes Peringatkan Konsekuensi Pembatasan Gas Helium ke Gaza

Category: Berita 3 0

-1549252469Kispa.org – Gaza

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza memperingatkan konsekuensi serius akibat pembatasan yang dilakukan penjajah Zionis pada pasokan gas helium untuk kebutuhan medis ke Jalur Gaza. Kemenkes menyanggah tuduhan palsu yang dibuat oleh pasukan penjajah Israel tentang penggunaan gas helium di luar kebutuhan medis.

Dalam keterangan yang dirilis pada Rabu (13/6/2018) malam, Kemenkes mengatakan bahwa keputusan penjajah Zionis membatasi masuknya gas helium untuk rumah sakit akan berdampak serius pada nyawa para pasien, terutama mereka yang sangat membutuhkan pelayanan resonansi magnetik, yang jumlahnya lebih dari 3000 pasien setiap bulan.

Pasukan penjajah Zionis membatasi masuknya gas helium untuk kebutuhan medis dengan dalih bahwa gas helium yang masuk ke Jalur Gaza digunakan untuk menerbangkan balon-balon api ke arah permukiman-permukiman Yahudi di pinggiran Jalur Gaza.

Kemenkes menegaskan bahwa kalim batil tersebut membuktikan bahwa penjajah Zionis telah kehilangan simpati manusia, terutama setelah menarget tim medis dan ambulans, mencari dalih untuk memutar balikkan fakta untuk membunuh lebih banyak lagi pasien dan menghalangi mereka mendapatkan perawatan.

Kemenkes menyatakan bahwa keputusan pembatasan ini selaras dengan langkah-langkah penjajah Zionis yang bertujuan untuk merusak kerja kesehatan dan menarget hak asasi manusia Palestina dan hak-hak paling dasar yang dijamin secara internasional, termasuk akses ke layanan kesehatan.

Kemenkes meminta pihak-pihak internasional, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC), untuk menyangkal tuduhan tersebut. (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment