PBB Voting Draf Resolusi untuk Perlindungan Rakyat Palestina

Category: Berita 2 0

108134658Kispa.org – New York

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui suara mayoritas menyetujui rancangan resolusi yang mendukung perlindungan untuk rakyat Palestina. sebanyak 120 negara memberikan suara mendukung resolusi tersebut, sementara 8 menentang dan 45 abstain.

Amerika Serikat gagal memuluskan rancangan resolusi yang direvisi yang diajukan oleh Aljazair dan Turki, dengan 72 negara menolak rancangan resolusi revisi AS tersebut.

Pertemuan luar biasa darurat khusus ke-10 tentang tindakan ilegal “Israel” di al-Quds dan wilayah Palestina lain yang diduduki lainnya, ini datang atas permintaan resmi dari perwakilan Aljazair dan Turki sebagai ketua Kelompok Arab dan KTT OKI.

Perwakilan Aljazair ke PBB, atas nama negara-negara Arab, mengajukan rancangan resolusi untuk memberikan perlindungan bagi rakyat Palestina ke Majelis Umum PBB untuk dilakukan pemungutan suara pada resolusi tersebut setelah Dewan Keamanan gagal mengambil keputusan mengenai masalah ini karena veto Amerika Serikat.

Teks resolusi ini menyerukan untuk mengambil langkah-langkah guna melindungi warga sipil Palestina setelah lebih dari 130 orang Palestina tewas akibat peluru penjajah Israel sejak 30 Maret 2018 lalu di sepanjang pagar perbatasan timur Jalur Gaza.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kelompok Arab, Duta Besar Aljazair Sabri Boukadoum meminta negara-negara anggota untuk mendukung rancangan resolusi tersebut dan memberikan suara dukungannya. Dia mengisyaratkan pada angka-angka yang mengejutkan mengenai jumlah para korban konfrontasi akibat tindakan dengan besi dan peluru terhadap demonstrasi damai Palestina selama pawai kepulangan di perbatasan timur Jalur Gaza.

Dia mengatakan, rancangan resolusi ini menekankan perlunya mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga sipil dan untuk memastikan perlindungan mereka, serta meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas semua pelanggaran ini. Dia juga menyesalkan tindakan apa pun yang dapat menyebabkan kekerasan dan membahayakan kehidupan warga sipil.

Draf ini meminta pengendalian diri maksimum dan ketenangan di semua pihak, serta perlu mengambil langkah-langkah segera dan penting untuk menstabilkan situasi di lapangan. Draf ini juga menyerukan untuk mengambil langkah-langkah segera guna mengakhiri blokade Israel selama 11 tahun atas Jalur Gaza agar memungkinkan pasokan bantuan kemanusiaan dan kebebasan bergerak.

Sementara itu perwakilan Negara Palestina untuk PBB, Duta Besar Riyad Mansour, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya besar dalam menangani peristiwa baru-baru ini di Jalur Gaza. Keputusan untuk menggunakan Sidang Umum ini datang setelah Dewan Keamanan gagal mengambil voting pada draf resolusi untuk perlindungan Palestina melalui penggunaan hak veto oleh anggota tetap DK PBB.

Dia menambahkan bahwa penjajah Zionis semakin hari semakin brutal, setiap hari melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap rakyat Palestina. Oleh karena itu, kebutuhkan untuk memberikan perlindungan kepada mereka sangat perlu dan mendesak. “Kami ingin melindungi warga sipil Palestina. Apakah ini kejahatan?”

Lebih lanjut dia mengnatakan bahwa revisi yang diajukan Washington adalah upaya gagal dan tidak bisa menipu siapapun. Dia menyerukan semua negara yang konsen dengan konflik ini untuk mendukung lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan. (aa/was/pip)

Related Articles

Add Comment