Israel kembali menangkap warga Turki yang berkunjung ke Yerusalem

Category: Berita 21 0

Kispa.Org – Pengadilan militer Israel pada Kamis memperpanjang masa tahanan Ebru Özkan, seorang warga Turki berusia 27 tahun yang ditahan di Bandara Ben Gurion di Tel Aviv pada 11 Juni, sebagaimana disampaikan oleh satu sumber hukum.

Menurut Omar Khamaysa, pengacara Özkan, berdasarkan keputusan tersebut berarti kliennya akan tetap dalam tahanan sampai 1 Juli (hingga berita ini diangkat oleh redaksi Turkinesia pada Selasa 03/07/2018, Ebru belum dibebaskan).

“Pengadilan Militer Ofer Israel di Tepi Barat menolak permintaan pembebasan klien saya,” kata Khamaysa kepada Anadolu Agency pada hari Kamis.

Dia menambahkan bahwa dirinya baru-baru ini bertemu dengan Özkan, yang katanya, tetap “bersemangat tinggi” meskipun dia ditahan.

“Dia belum mengalami intimidasi fisik saat berada dalam tahanan,” kata pengacara tersebut.

Menurut Khamaysa, Özkan ditangkap dengan tuduhan “mengancam keamanan Israel dan memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok teroris” tuduhan-tuduhan yang dengan keras dia bantah.

Özkan bukanlah warga Turki pertama yang akhir-akhir ini ditahan oleh pihak berwenang Israel.

Pada bulan Januari, Osman Hazir, seorang warga Turki berusia 46 tahun, ditangkap karena berfoto selfie di Masjid Al-Aqsa Yerusalem Timur sambil memegang bendera Turki.

Kemudian Desember lalu, Israel menangkap dua warga Turki lainnya – Abdullah Kızılırmak dan Mehmet Gargılı – setelah dua orang tersebut bertengkar dengan polisi Israel yang telah mencoba menghalangi mereka memasuki titik kilas situs suci.

Pada bulan yang sama, Adem Koç, seorang warga Turki lainnya, ditangkap di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha karena diduga “mengganggu perdamaian dan ikut serta dalam demonstrasi ilegal.”

Kızılırmak, Gargılı dan Koç semuanya kemudian dibebaskan dengan jaminan (aaa/turkishnet)

Related Articles

Add Comment