Tokoh Hamas : Pertemuan Kairo Berjalan Lancar

Category: Berita 4 0

2076841020Kispa.org – Kairo

Pertemuan antara delegasi Hamas dan pihak intelijen Mesir berakhir tadi malam, membahas sejumlah persoalan, namun tak diungkap rincian hasilnya.

Anggota biro politik Hamas yang juga anggota delegasi, Musa Abu Marzuq di laman twitternya menulis, pertemuan berakhir tadi malam, antara delegasi Hamas dan pihak intelijen Mesir, membahas sejumlah persoalan penting bagi Palestina, terutama warga di Gaza.

Abu Marzuq menyebutkan bahwa pertemuan bernilai penting, dan mencakup sejumlah persoalan, dan berharap bisa membawa kesuksesan bagi pihak Palestina.

Delegasi pimpinan Hamas tiba di Kairo, Rabu sore, atas undangan pihak Mesir.

Delegasi dipimpin wakil ketua biro politik Hamas, Shalih al Aruri, terdiri dari anggota biro politik: Musa Abu Marzuq, Khalil Hayyah, Husam Badran, Izat Rashiq dan Ruhi Musytaha.

Jubir Hamas, Fauzi Barhum mengatakan, delegasi Hamas bertolak ke Kairo untuk membahas hubungan bilateral dengan pejabat Mesir, dan perkembangan terkini di Palestina dan dunia Arab.

Kunjungan delegasi Hamas ke Kairo, di tengah kesiapan Mesir meluncurkan inisiatif baru bagi rekonsiliasi Palestina, antara gerakan Fatah dan Hamas.

Pada Selasa lalu, biro politik Hamas dalam keterangannya menyetujui undangan Mesir untuk berkunjung ke Kairo, dan memaparkan keinginan Hamas untuk merealisir rekonsiliasi dan persatuan nasional, berdasarkan kontribusi dalam perlawanan dan kebijakan.

Kondisi ideal untuk merealisir rekonsiliasi tercermin pada pencabutan sanksi zalim dari Gaza segera, dan mengembalikan bangunan organisasi pembebasan Palestina, dengan menggelar sidang baru dewan nasional bersatu, sesuai kesepakatan Beirut 2017, dan menerapkan kesepakatan Kairo 2011 secara menyeluruh, dan tak memilah-milahnya.

Otoritas Palestina memberlakukan sanksi ketat atas Gaza, berupa pemotongan gaji pegawai, pengurangan pasokan listrik, menghentikan transfer dana pajak dan dana medis, serta memensiunkan dini ribuan pegawai.

Sanksi tersebut bersamaan dengan blockade Israel yang mencekik Gaza sejak 2007, yang melumpuhkan sector ekonomi dan industry, dan memicu krisis ekonomi dan kemanusiaan.

Penerapan kesepakatan antara Fatah dan Hamas terhambat, terakhir mereka berdialog pada 12 Oktober 2017, disebabkan penolakan dari pihak pemerintah dan Fatah untuk merealisir kesepakatan yang dicapai. (aa/mq/pip)

Related Articles

Add Comment