Hari Ini Hamas Gelar Pertemuan dengan Faksi-faksi dan Badan Koordinasi

Category: Berita 4 0

-1714161303Kispa.org –  Gaza

Gerakan Perlawanan Palestina Hamas nanti sore, Ahad (5/8/2018), menggelar pertemuan dengan faksi-faksi dan badan koordinasi tinggi pawai kepulangan untuk membahas situasi Jalur Gaza.

Ketua Departemen Hubungan Nasional Hamas, Hussam Badran, mengatakan bahwa pertemuan akan digelar pada pukul empat sore di Commodore Hotel di barat kota Gaza.

Di Gaza, sejak Kamis lalu, sudah ada delegasi pemimpin senior Hamas di dalam dan luar negeri untuk menyelesaikan masalah rekonsiliasi dan blokade serta meringankan kehidupan di Jalur Gaza.

Petinggi Hamas, Sami Abu Zuhri, menegaskan bahwa masalah gencatan akan diputuskan di dalam pertemuan ini dalam konteks nasional. Dia menegaskan menolak tawaran Fatah dalam hal ini.

Abu Zuhri mengatakan, “Tawaran Fatah tidak bisa diterima. Mereka yang membanggakan hidup di bawah pendudukan penjajah dan melakukan kerja sama keamanan dengannya, tidak memiliki hak untuk mengajukan tawaran atas pengorbanan Gaza.”

Sebelumnya juru bicara gerakan Fatah, Osama Qawasimi, menilai persetujuan “Hamas” pada gencatan senjata dengan penjajah Zionis – bila itu terjadi –adalah “kudeta lain terhadap rakyat dan tanah air, dan hadiah gratis untuk Israel.”

Osama Qawasimi mengatakan, “Persatuan nasional dan pelaksanaan perjanjian yang kami kami rumuskan berhari-hari, adalah lebih utama untuk dilaksanakan, bukan gencatan senjata dengan Israel dengan kompensasi bantuan kemanusiaan.”

Dia mengklaim, “Instrumen gencatan senjata dengan Israel merupakan pengkhianatan untuk kepentingan partisan yang sempit,” seraya mengabaikan fakta bahwa gerakan Fatah dan Otoritas Palestina yang mewakilinya mengakui entitas Zionis dan melakukan kerjasama keamanan dengannya untuk memburu perlawanan dalam konteks “Koordinasi Keamanan Sakral”.

Sikap Fatah ini menyusul upaya Mesir dan PBB untuk mengkristalkan solusi yang akan meringankan krisis kemanusiaan yang mencekik di Jalur Gaza, dan pelaksanaan proyek-proyek bantuan mencakup upaya menjauhkan Jalur Gaza dari perang keempat, dengan meneguhkan gencatan senjata antara faksi-faksi perlawanan dan “Israel” yang diumumkan sejak penghentian agresi 2014, atau diadakan gencatan senjata antar kedua belah pihak. (aa/was/pip)

 

Related Articles

Add Comment