Pabrik-pabrik di Gaza Tutup yang Lain Menunggu

Category: Berita 5 0

kispa.org – Sejak penjajah Zionis mengeluarkan keputusan menutup perlintasan penyeberangan Kerem Shalom, pabrik perusahaan minuman ringan Al-Madina, berusaha untuk mengganti rencana alternatif agar bisa melanjutkan produksi, tetapi semua upaya untuk produksi tidak berhasil, sampai akhirnya pabrik berhenti total.

Direktur Humas Perusahaan Al-Madina, Ahed Mahdi, kepada koresponden Pusat Informasi Palestina mengatakan, “Pabrik (Al-Madina) secara efektif telah tutup sejak sepakan yang lalu.” Dia menyatakan penyesalannya atas keputusan itu akibat kebijakan penjajah Zionis dan larangan masuk bahan mentah ke Jalur Gaza yang penjajah Zionis.

Mehdi menjelaskan bahwa manajemen perusahaan telah mengurangi tingkat pekerjaan sejak penutupan gerbang penyeberangan Kerem Shalom, sekitar tiga minggu lalu menjadi 70%, dan bekerja dengan cadangan bahan baku yang ada. “Tetapi penutupan gerbang secara terus-menerus memaksa pabrik berhenti total bekerja,” tegasnya.

Dia menyatakan bahwa sekitar 90 pekerja yang menanggung keluarga mereka, telah di-PHK untuk bergabung dengan “tentara pengangguran” di Gaza. Dia menjelaskan bahwa ada serangan secara jelas terhadap pabrik-pabrik nasional di Jalur Gaza.

Serangan menarget industri nasional

“Di tengah-tengah penolakan masuknya bahan baku ke pabrik-pabrik nasional di Jalur Gaza oleh penjajah Zionis, tidak ada larangan masuknya barang-barang dan komoditas pokok dari Israel dan perusahaan-perusahaan asing. Hal ini membuktikan bahwa penjajah Zionis menarget industri dan pabrik-pabrik nasional di Jalur Gaza,” kata Mahdi.

Mahdi menyatakan bahwa pabrik perusahaan yang didirikan pada tahun 2005, pernah mengalami kehancuran sebagian dalam perang tahun 2008 dan mengalami kehancuran total dalam perang tahun 2014. Penjajah Zionis menetapkan persyaratan untuk masuknya bahan baku ke Jalur Gaza, terutama berkaitan dengan produksi soda dan lainnya, sampai akhirnya dilarang sepenuhnya setelah penutupan Kerem Shalom beberapa pekan yang lalu.

Perusahaan Al-Madina bekerja dengan tiga macam untuk produksi minuman beroda, dua untuk ukuran 330 ml, dan satu untuk ukuran 1 liter dan 2 liter, selain itu juga memiliki satu jenis produksi air mineral untuk ukuran satu liter dan setengah liter. Jalur Gaza adalah salah satu daerah yang mengkonsumsi minuman ringan, yang meningkat pada bulan-bulan musim panas terutama dari bulan Juni hingga Oktober.

Pada musim panas, semua jalur produksi beroperasi, dan bisa dioperasikan dalam dua shift untuk menutupi permintaan, sementara di sisa bulan lainnya, karena stagnasi, maka yang beroperasi hanya satu atau dua jalur saja.

Pabrik-pabrik yang terancam tutup

Pakar ekonomi Mohammed Abu Jiyab memperingatkan keruntuhan ekonomi Gaza yang belum pernah terjadi sebelumnya karena Jalur Gaza mengalami kekurangan bahan dasar dan keuangan, serta penurunan drastis dalam arus kas.

Dia menjelaskan bahwa Jalur Gaza mengalami pengeringan uang tunai di tangan warga. Puluhan pabrik ditutup dan mendorong para pekerja bergabung dalam barisan “tentara pengangguran”. Pabrik-pabrik yang tersisa terancam penutupan karena krisis yang tumpang tindih dan akumulatif.

Dia juga memperingatkan, dimulainya kelangkaan beberapa komoditas pokok di Gaza karena blokade di satu sisi, dan ketidakmampuan pemilik modal dan perusahaan untuk mengimpor bahan-bahan dasar karena kekurangan uang tunai, rendahnya daya beli warga di Gaza ke level terendah.

Dia menambahkan, “Kami menyongsong tahap sensitif dan berbahaya. Saya memprediksi akan ada keruntuhan menyeluruh dan besar di Jalur Gaza apabila tidak tercapai solusi cepat.” Dia mengingatkan bahwa hal itu mengancam terjadinya ledakan besar dalam waktu dekat. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment