Akibat Penutupan Perlintasan Dagang, Gaza Rugi 30 Juta USD

Category: Berita 4 0

kispa.org – Ketua komite rakyat melawan blokade, Aleg Jamal Khudri mengatakan, rencana mencekik Gaza yang diterapkan penjajah Israel tampak dalam penutupan perlintasan dagang Karem Abu Salim, yang memicu kerugian materil dalam sebulan mencapai 30 juta USD.

Dalam keterangan pers, Rabu (8/8) Khudri menegaskan, kerugian langsung dan tak langsung terlihat jelas pasca penutupan perlintasan pada 10 Juli 2018 lalu.

Disebutkan bahwa kerugian terjadi di sektor industri, perdagangan, pertanian, property, transportasi, buruh dan nelayan.

Menurut Khudri, kerugian di sektor tersebut makin meningkat setiap hari, dan berdampak pada sektor kehidupan. Gaza saat ini memasuki krisis ekonomi parah. Daya beli turun drastis, tingkat kemiskinan bertambah dan juga pengangguran, sejumlah pabrik dan pertokoan banyak yang gulung tikar.

Khudri menegaskan, hampir 80 % pabrik di Gaza tutup, yang menyebabkan ribuan buruh kehilangan pekerjaan mereka, di samping ratusan toko tutup akibat blokade dan lemahnya daya beli masyarakat.

Khudri menyebutkan, sekitar 3500 truk berisi berbagai barang kebutuhan tertahan dan dilarang masuk Gaza, yang memicu krisis di sektor transportasi dan kerugian di pihak para pedagang.

Sementara sektor properti baik proyek lokal maupun internasional mengalami kelumpuhan, disebabkan larangan masuk kebutuhan proyek dan material yang diperlukan.

Sedangkan sektor pertanian mengalami kerugian besar, disebabkan larangan ekspor hasil pertanian ke pasar Arab dan Tepi Barat.

Di sektor nelayan, Khudri mengatakan, para nelayan mengalami kerugian akibat pengetatan area melaut yang dikurangi dari 9 mil laut menjadi 3 mil saja.

Khudri menuntut pihak internasional terutama PBB untuk menekan penjajah Israel agar mengakhiri blokade Gaza, yang illegal menurut hukum dan norma kemanusiaan. Bertentangan dengan aturan internasional dan konvensi Jenewa 4, serta deklarasi HAM. Termasuk kesepakatan dengan otoritas Palestina terkait perlintasan untuk impor dan ekspor, serta membuka jalan yang aman yang menghubungkan antara Gaza dan Tepi Barat. (mrr/infopalestina)

Related Articles

Add Comment