Depan | Berita | Artikel | Galeri | Tentang KISPA | Infaq Palestina | Infaq Peduli Negri | Hubungi Kami


Relawan KISPA di Kapal Freedom Flotilla


SEKJEN KISPA MEMBACAKAN PERNYATAAN SIKAP KISPA TENTANG PEMBAJAKAN KAPAL MAVI MARMARA DI BUNDARAN HI


AKSI PEMBAKARAN BENDERA ISRAEL DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


Muhammad Fatih - di sebelah kanan - Belajar Mengaji dalam Perjalanan ke Gaza.


Ketua KISPA Bersama Peter Vanner 63 tahun, seorang warga negara Inggris, yang kemudian berganti nama Muhammad Fatih. setelah masuk Islam saat pemberangkatan rombongan “Armada Pembebasan” ke Gaza


Kapal Laut "Mavi Marmara" yang mengangkut relawan kemanusiaan ke Gaza.


Syekh Raid Shalah, Ulama Palestina, tamu khusus yang datang dari Al Quds.


Ketua KISPA berjabat tangan dengan Syekh Raid Shalah.


Hujan rintik-rintik mengiringi pelepasan "armada pembebasan" ke Gaza


Relawan KISPA bersama Syekh Raid Shalah di Istanbul, Turki.


Relawan KISPA bersama anak-anak Istanbul, Turki.


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari Jama'ah Masjid Al-Balag Gedung Bulog II


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari UNISBA (Universitas Islam Bandung)

INFORMASI INFAQ
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Di INFORMASIKAN Kepada Bpk/Ibu/Sdr/i yang Berinfaq Melalui Transfer BMI, Kami akan update di www.kispa.org/infaq setelah kami mendapatkan Print Out dari pihak BMI per Tgl 14 Setiap Bulannya. Kecuali Infaq yang Langsung (tidak melalui Bank) atau mengirim tanda bukti transfer via fax. ke KISPA.

Wassalam,
KISPA







www.majelisazzikra.org




www. infopalestina.com















KISAH PILU YANG TERSISA DARI TRAGEDI PEMBANTAIAN ISRAEL
2008-04-29 13:06:23

kispa.org - “Bu… kapan suara bom itu berhenti?”“Bu... apakah kita bisa bermain di pantai dan berenang-renang di sana?” “Bu… kita pasti bisa bermain sepeda lagi di sekitar rumah” “Bu… seperti kata Ibu, kita pasti bisa naik mobil menembus pengepungan ini. Benar kan, bu?”

Pertanyaan demi pertanyaan itu mengisi benak dan mimpi anak-anak kecil di Gaza. Mereka bertanya dan bertanya pada orang tua mereka, kapan mereka bisa bersuka cita? Apalagi, meski tak terlalu mengerti, setidaknya mereka turut mendengar bila ada perwakilan Gaza yang berangkat ke Kairo Mesir untuk membahas upaya gencatan senjata. Itu tandanya, bagi mereka, ada harapan kebahagiaan setelah itu.

Hanaa, gadis cilik usia lima tahun berteriak gembira, “Akhirnyaa.. aku bisa tidur dengan tenang.. “ Adiknya, Shalih yang berusia 4 tahun menyambut, “Kita bisa bermain dan bersenang-senang lagi…” Sang ibu kemudian menjawab kebahagiaan itu, “Ayo.. sekarang tidur dulu.. biar besok pagi kita dengarkan bagaimana berita tentang gencatan senjata… semoga saja apa yang kalian harapkan terwujud..“ Malam itu, keluarga Muslim di Gaza pun terlelap dalam mimpi indahnya tentang suasana yang lebih aman.

Tapi, harapan dan mimpi itu dijawab Zionis Israel dengan berita bak mengiris hati dengan sembilu. Pagi keesokan harinya, bom Israel sengaja ditembakkan ke rumah Abu Ma’tiq yag terletak di utara Gaza. Anak-anak yang ada di dalam rumah itu, Mas’ad (1), Hanaa (3), Shalih (4), Radena (6), semuanya bergelimpangan tanpa nyawa di antara reruntuhan rumah. Sang ibu, dengan penuh luka dan tangis akhirnya sampai ke rumah sakit. Dan tak beberapa lama, ia pun menghembuskan nafasnya yang terakhir, menyusul keempat anaknya. Ia seperti tak mau berlama-lama tinggal di dunia yang hampa dari senyuman anak-anak yang menjadi buah hatinya.

Sang ayah, dengan lirih berkata, “Mereka merampas semua keluargaku... rumahku sekarang hancur.. tak ada penghangat di musim dingin.. semuanya hilang. Mereka semalam bermimpi tentang gencatan senjata dan pencabutan isolasi Gaza. Mereka juga sudah merencanakan hari libur yang indah. Mereka ingin hidup dengan aman. Tapi kedengkian dan kebencian Israel telah merampas mereka dan mimpi-mimpi mereka. Mereka semuanya meninggal.. “

Hari itu, Bait Hanun, menyelimuti jasad para syuhadanya. Duka kembali menghangat di perkampungan pejuang Palestina yang tak mau tunduk dengan keinginan Israel dan AS yang terbukti haus darah. Ya, mimpi tentang gencatan senjata, dijawab dengan pembantaian.. Inna lillah.. (na-str/iol/eramuslim/fn)




Lainnya:

.PENDETA YAHUDI: RUNTUHNYA TEMBOK AL-BARRAQ MASJID AL-AQSHA SUDAH DEKAT
2008-04-28 18:47:05

.PASUKAN ZIONIS BUNUH EMPAT ANAK-ANAK PALESTINA DI UTARA JALUR GAZA
2008-04-28 17:55:07

.PAK NATSIR DAN PALESTINA
2008-04-27 13:42:57

.ISRAEL BUNUH GADIS PALESTINA BERUSIA 14 TAHUN
2008-04-27 13:36:28

.BIADABNYA ISRAEL, ANAK-ANAK YATIM PIATU PUN DIDZOLIMI
2008-04-27 13:34:53