Depan | Berita | Artikel | Galeri | Tentang KISPA | Infaq Palestina | Infaq Peduli Negri | Hubungi Kami


Relawan KISPA di Kapal Freedom Flotilla


SEKJEN KISPA MEMBACAKAN PERNYATAAN SIKAP KISPA TENTANG PEMBAJAKAN KAPAL MAVI MARMARA DI BUNDARAN HI


AKSI PEMBAKARAN BENDERA ISRAEL DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


Muhammad Fatih - di sebelah kanan - Belajar Mengaji dalam Perjalanan ke Gaza.


Ketua KISPA Bersama Peter Vanner 63 tahun, seorang warga negara Inggris, yang kemudian berganti nama Muhammad Fatih. setelah masuk Islam saat pemberangkatan rombongan “Armada Pembebasan” ke Gaza


Kapal Laut "Mavi Marmara" yang mengangkut relawan kemanusiaan ke Gaza.


Syekh Raid Shalah, Ulama Palestina, tamu khusus yang datang dari Al Quds.


Ketua KISPA berjabat tangan dengan Syekh Raid Shalah.


Hujan rintik-rintik mengiringi pelepasan "armada pembebasan" ke Gaza


Relawan KISPA bersama Syekh Raid Shalah di Istanbul, Turki.


Relawan KISPA bersama anak-anak Istanbul, Turki.


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari Jama'ah Masjid Al-Balag Gedung Bulog II


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari UNISBA (Universitas Islam Bandung)

INFORMASI INFAQ
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Di INFORMASIKAN Kepada Bpk/Ibu/Sdr/i yang Berinfaq Melalui Transfer BMI, Kami akan update di www.kispa.org/infaq setelah kami mendapatkan Print Out dari pihak BMI per Tgl 14 Setiap Bulannya. Kecuali Infaq yang Langsung (tidak melalui Bank) atau mengirim tanda bukti transfer via fax. ke KISPA.

Wassalam,
KISPA







www.majelisazzikra.org




www. infopalestina.com















ISRAEL TARGETKAN DALAM 8 TAHUN KUASAI PENUH AL QUDS
2009-05-11 11:45:56

kispa.org - Pemerintah Israel menargetkan dalam jangka waktu delapan tahun, kota tua Al-Quds atau Yerusalem harus sudah berada dibawah kekuasaan Israel secara penuh dan wajah kota Al-Quds harus sudah berubah secara total menjadi kota yang bercirikan Yahudi.

Target itu tertuang dalam sebuah master plan kota Al-Quds yang didukung oleh kantor perdana menteri Israel dan walikota Yerusalem. Untuk mewujudkan target itu, rezim Zionis menjalin kerjasama dengan kelompok-kelompok ekstrimis Yahudi sayap kiri.

Rancangan kota Al-Quds di masa depan itu dirahasiakan oleh rezim Zionis, tapi tercium oleh organisasi non-pemerintah Israel, Ir Amim. Dalam pernyataannya, Ir Amim menyebutkan bahwa rezim Zionis menyusun rencana rahasia itu tanpa melibatkan pendapat publik, sehingga publik tidak tahu adanya master plan itu.

"Perencanaan dilaksanakan dengan diam-diam, tanpa pemberitahuan publik, tanpa kordinasi dengan gereja-gereja atau lembaga-lembaga waqaf Muslim. Tindakan ini telah melanggar aturan transparansi," kata Daniel Seidemann, pendiri organisasi Ir Amim.

Rezim Zionis Israel menunjuk Otoritas Pembangunan Kota Yerusalem sebagai pelaksana perencanaan perubahan kota Al-Quds. Berdasarkan dari master plan yang berhasil diungkap, Israel akan menggusur Kota Tua dan sebagai gantinya akan dibangun sembilan taman nasional, jalur kereta, trem, eskalator, terowongan bawah tanah dan tempat-tempat wisata.

Taman-taman nasional yang akan dibangun, merangkap sebagai tempat peribadahan warga Yahudi. Taman-taman itu akan dibatasi dengan pagar dan didirikan di atas tanah publik dan tanah milik pribadi, dan akan dihubungkan dengan pemukiman-pemukiman Yahudi yang ada Al-Quds dan Tepi Barat.

Menurut Ir Amim, master plan perubahan kota Al-Quds menjadi kota Yahudi dirancang dan disetujui sejak tahun 2005. Tapi Perdana Menteri Ehud Olmert dan walikota Yerusalem menginginkan agar master plan dan pelaksanannya dirahasiakan.

Perencanaan tersebut ditargetkan selesai tahun 2013. Untuk pembangunan, rezim Zionis merekrut kelompok Elad, sebuah kelompok beranggotakan para pemukim Yahudi yang juga mengelola sejumlah pemukiman-pemukiman Yahudi di Silwan. Tidak heran kalau selama ini, kelompok Elad selalu menentang pembagian kota Al-Quds sebagai salah satu upaya solusi perdamaian Israel-Palestina.

"Dengan terungkapnya rencana rahasia ini, untuk pertama kalinya terbongkar adanya kolaborasi antara pemerintah dan para pemukim Yahudi yang bergabung dalam satu lembaga untuk mewujudkan apa yang disebut sebagai wilayah kekuasaan teritorial berdasarkan keyakinan agama Yahudi," demikian pernyataan Ir Amim.

Kota Al-Quds adalah kota penting bagi umat Islam, karena di kota itu terdapat tempat suci ketiga umat Islam yaitu Masjid Al-Aqsa.Di kota itu juga terdapat tempat-tempat suci umat Kristiani.Dalam Perang Enam Hari, Israel merampas dan menguasai kota Al-Quds. PBB dan sebagian masyarakat dunia tidak pernah mengakui klaim Israel bahwa Al-Quds adalah bagian dari kekuasaan Israel. (ln/iol/eramuslim/fn)




Lainnya:

.IKHWAN SERUKAN PERINGATI "HARI KEMARAHAN" TERHADAP PENJAJAH ISRAEL
2009-05-09 16:22:46

.NETANYAHU TAWARKAN WILAYAH OTONOMI BAGI PALESTINA
2009-05-09 16:16:10

.AS SEDIAKAN DANA $30 MILYAR UNTUK MILITER ISRAEL
2009-05-09 16:11:49

.KHALID MISYAL: HAMAS TAK AKAN PERNAH MENGAKUI ISRAEL
2009-05-09 16:01:41

.SHIMON PERES BERTEMU OBAMA DI GEDUNG PUTIH
2009-05-06 11:08:23