Depan | Berita | Artikel | Galeri | Tentang KISPA | Infaq Palestina | Infaq Peduli Negri | Hubungi Kami


Relawan KISPA di Kapal Freedom Flotilla


SEKJEN KISPA MEMBACAKAN PERNYATAAN SIKAP KISPA TENTANG PEMBAJAKAN KAPAL MAVI MARMARA DI BUNDARAN HI


AKSI PEMBAKARAN BENDERA ISRAEL DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


Muhammad Fatih - di sebelah kanan - Belajar Mengaji dalam Perjalanan ke Gaza.


Ketua KISPA Bersama Peter Vanner 63 tahun, seorang warga negara Inggris, yang kemudian berganti nama Muhammad Fatih. setelah masuk Islam saat pemberangkatan rombongan “Armada Pembebasan” ke Gaza


Kapal Laut "Mavi Marmara" yang mengangkut relawan kemanusiaan ke Gaza.


Syekh Raid Shalah, Ulama Palestina, tamu khusus yang datang dari Al Quds.


Ketua KISPA berjabat tangan dengan Syekh Raid Shalah.


Hujan rintik-rintik mengiringi pelepasan "armada pembebasan" ke Gaza


Relawan KISPA bersama Syekh Raid Shalah di Istanbul, Turki.


Relawan KISPA bersama anak-anak Istanbul, Turki.


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari Jama'ah Masjid Al-Balag Gedung Bulog II


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari UNISBA (Universitas Islam Bandung)

INFORMASI INFAQ
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Di INFORMASIKAN Kepada Bpk/Ibu/Sdr/i yang Berinfaq Melalui Transfer BMI, Kami akan update di www.kispa.org/infaq setelah kami mendapatkan Print Out dari pihak BMI per Tgl 14 Setiap Bulannya. Kecuali Infaq yang Langsung (tidak melalui Bank) atau mengirim tanda bukti transfer via fax. ke KISPA.

Wassalam,
KISPA







www.majelisazzikra.org




www. infopalestina.com















GERAKAN KEMPANYE BOIKOT TERHADAP ISRAEL DI INGGRIS RAYA BERHASIL
2009-05-28 16:46:09

kispa.org - Upaya para akademisi di Palestina untuk mengkampanyekan gerakan boikot terhadap Israel di Inggris Raya membuahkan hasil yang menggembirakan. Insitusi-institusi pendidikan dan riset di negara itu menyatakan dukungannya terhadap kampanye boikot tersebut.

Dalam kampanyenya, para akademisi asal Palestina menyerukan program BDS, kependekan dari "Boycott, Disinvestment and Sanctions" terhadap perusahaan dan institusi Israel yang telah bekerjasama lembaga-lembaga militer dan keamanan yang beroperasi di Tel Aviv.

Menurut Ketua Persatuan Akademisi Palestina, Amjad Barham, universitas-universitas dan lembaga-lembaga riset Israel menjalin kerjasama yang erat dengan lembaga-lembaga keamanan dan militer Israel. "Mereka tidak pernah menjaga jarak dengan rezim penjajah, meski tindakan itu menyebabkan sistem pendidikan di Palestina terpuruk selama lebih dari empat dekade," tukas Barham.

Kampanye BDS yang dimotori para akademisi Palestina itu mendapat dukungan dari para akademisi di Universitas Brighton, College of North East London dan Universitas East London. Para akademisi itu mengecam keterlibatan insitusi pendidakan dan riset Israel dalam kemiliteran dan kolonialisasi yang dilakukan rezim Zionis Israel.

Para akademisi di ketiga institusi pendidikan tinggi di Inggris itu membuat mosi bersama yang isinya,"Kongres menegaskan dukungannya pada kampanye boikot, disinvestasi dan sanksi terhadap Israel yang diserukan oleh para akdemisi Palestina."

Organisasi Scottish Trades Union Congress (STUC) yang menjadi organisasi payung semua persatuan perdagangan di Skotlandia juga menyatakan mendukung kampanye itu sampai Israel benar-benar mematuhi hukum internasional dan menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Keputusan STUC berdasarkan pada hasil temuan delegasinya yang dikirim ke Israel dan ke wilayah Palestina selama dua tahun belakangan ini. Delegasi STUC menyaksikan sendiri bagaimana Israel melakukan pelanggaran HAM di Palestina hampir setiap hari.

"Kami melihat pembatasan gerak warga Palestina dan pos-pos keamanan Israel yang membuat warga Palestina sulit mendapatkan akses untuk bekerja, sekolah atau sekedar mengunjungi anggota keluarganya, bahkan ketika warga Palestina sakit berat dan dalam kondisi sekarat, mereka tidak diberi akses untuk berobat," kata Sekjen STUC Grahame Smith dalam konferensi tahuan organisasi itu pekan kemarin.

Rezim Zionis Israel berhasil menerapkan kebijakan yang membagi wilayah Palestina menjadi dua bagian, Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan tujuan memecah belah rakyat Palestina menjadi dua komunitas yang berbeda dari sisi budaya dan etnisnya. Israel juga memberlakukan larangan bagi warga Gaza yang ingin masuk ke Tepi Barat, begitu juga sebaliknya.

Kebijakan Israel ini sama dengan kebijakan politik Inggris Raya di kawasan Asia Pasifik pada masa kolonial, dimana Inggris membedakan wilayah Asia Selatan berdasarkan budayanya menjadi Bangladesh dan Pakistan.Keduanya berada di bawah kontrol Inggris lewat kebijakan Negara Persemakmuran. Setelah Inggris mundur dari Asia Selatan, Bangladesh memisahkan diri dari Pakistan dan menjadi negara yang independen. (ln/prtv/eramuslim/fn)




Lainnya:

.MANTAN MUFTI MESIR: PEMBLOKIRAN TERHADAP GAZA SAMA DENGAN MEMERANGI KAUM MUSLIMIN DAN BERKOMPLOT DENGAN ZIONIS
2009-05-26 17:51:26

.ISRAEL SEBARKAN SELEBARAN ANCAMAN KE JALUR GAZA
2009-05-26 17:21:35

.AKIBAT BLOKADE ISRAEL, BAYI BERUSIA 12 TAHUN MENJADI KORBAN
2009-05-26 17:15:57

.ISRAEL BANDEL, TETAP BANGUN PERMUKIMAN DI TEPI BARAT
2009-05-25 13:13:32

.SYEKH RAID SHALAH: TINDAKAN ZIONISME ISRAEL SAMA DENGAN TINDAKAN NAZISME
2009-05-24 17:35:00