Depan | Berita | Artikel | Galeri | Tentang KISPA | Infaq Palestina | Infaq Peduli Negri | Hubungi Kami


Relawan KISPA di Kapal Freedom Flotilla


SEKJEN KISPA MEMBACAKAN PERNYATAAN SIKAP KISPA TENTANG PEMBAJAKAN KAPAL MAVI MARMARA DI BUNDARAN HI


AKSI PEMBAKARAN BENDERA ISRAEL DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


Muhammad Fatih - di sebelah kanan - Belajar Mengaji dalam Perjalanan ke Gaza.


Ketua KISPA Bersama Peter Vanner 63 tahun, seorang warga negara Inggris, yang kemudian berganti nama Muhammad Fatih. setelah masuk Islam saat pemberangkatan rombongan “Armada Pembebasan” ke Gaza


Kapal Laut "Mavi Marmara" yang mengangkut relawan kemanusiaan ke Gaza.


Syekh Raid Shalah, Ulama Palestina, tamu khusus yang datang dari Al Quds.


Ketua KISPA berjabat tangan dengan Syekh Raid Shalah.


Hujan rintik-rintik mengiringi pelepasan "armada pembebasan" ke Gaza


Relawan KISPA bersama Syekh Raid Shalah di Istanbul, Turki.


Relawan KISPA bersama anak-anak Istanbul, Turki.


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari Jama'ah Masjid Al-Balag Gedung Bulog II


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari UNISBA (Universitas Islam Bandung)

INFORMASI INFAQ
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Di INFORMASIKAN Kepada Bpk/Ibu/Sdr/i yang Berinfaq Melalui Transfer BMI, Kami akan update di www.kispa.org/infaq setelah kami mendapatkan Print Out dari pihak BMI per Tgl 14 Setiap Bulannya. Kecuali Infaq yang Langsung (tidak melalui Bank) atau mengirim tanda bukti transfer via fax. ke KISPA.

Wassalam,
KISPA







www.majelisazzikra.org




www. infopalestina.com















PEMBANGUNAN TEMBOK BAJA MESIR DIAWASI AS, PERANCIS DAN ISRAEL
2010-01-14 09:16:53

kispa.org - London - Lembaga HAM Arab di Inggris mengungkapkan bahwa Mesir sudah merampungkan 5,4 kilometer dari keseluruhan 10 kilometer tembok baja di sepanjang koridor Shalahuddin di Jalur Gaza yang berbatasan dengan Mesir. Pembangunan itu dimotori dan diawasi oleh Amerika, Perancis dan Israel.

Dalam laporannya kemarin Selasa (12/1) lembaga HAM ini menilai tembok baja produksi Amerika ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan bertujuan mencekik bangsa Palestina di Jalur Gaza. Lembaga menyerukan kepada bangsa Mesir, Arab dan Islam untuk berinisiatif segera menghentikan tindakan Mesir ini.

Komandan Intelijen Amerika dan Perancis

Sesuai laporan tersebut, tembok ini rencananya akan dibangun dengan kedalaman 20 – 30 meter dan terdiri dari lempengan-lempengan baja. Masing-masing lempengan sepanjang 18 meter setebal 50 centimeter dilengkapi dengan alat pendeteksi jika ada upaya pembobolan. Pemancangannya diawasi penuh oleh komandan intelijen Amerika dan Perancis.

Sesuai yang diumumkan, pembangunan tembok ini bertujuan menghancurkan terowongan sebagai jalan utama komoditas Mesir ke Jalur Gaza. Sehingga meski Israel tidak berhasil dalam agresinya, perketatan blokade dengan tembok ini bisa menghasilkan target lebih besar.

Laporan lembaga juga menilai, pembangunan tembok ini tidak memiliki dasar yang bisa dibenarkan. Karenanya, ia hanya akan memperdalam krisis kemanusiaan di Jalur Gaza dimana 80 persen penduduknya berada di bawah garis kemiskinan.

Mesir memburu pekerja terowongan

Meski para pekerja Palestina di terowongan Gaza yang menyalurkan obat dan makanan menghadapi berbagai resiko, Mesir tetap memburu mereka. Terkadang mereka menyemprotkan gas beracun kepada mereka, terkadang dengan meledakkannya dengan bekerjasama dengan pasukan udara Israel. sehingga puluhan pekerja Palestina di sana meninggal dunia.

Sesuai laporan tersebut, Mesir juga kerap menangkap pekerja terowongan dan menjebloskannya ke dalam penjara tanpa diketahui nasibnya.

Selain itu, laporan HAM Arab ini menegaskan, kawasan Rafah di perbatasan menjadi ladang subur bagi kelompok intelijen asing. Merekalah yang langsung mengawasi dan memantau pembangunan tembok baja itu dan memasang sejumlah peralatan pendeteksi canggih untuk mengawasi perbatasan. Mereka juga melatih aparat keamanan Mesir cara menggunakan berbagai peralatan untuk memperketat blokade Jalur Gaza.

Laporan menyebutkan, pemerintah Amerika memproyeksikan dana sebesar 50 juta dolar untuk membeli peralatan canggih untuk mengawasi perbatasan Gaza – Mesir. Sementara Perancis meluncurkan satelit Helious 2 B dengan tugas pentingnya mengawasi Jalur Gaza.

Negara-negara barat itu memiliki satuan keamanan yang berada di wilayah Sinai yang memberikan logistik dan informasi kepada sekutunya Mesir untuk memperketat blokade di perbatasan Gaza.

Kejahatan Mesir Harus Diungkap

Laporan mempertanyakan untuk kepentingan siapa tembok baja itu dibangun? Apakah untuk mengancam bangsa yang terisolasi dan terluka atau keamanan Mesir?  Apakah keamanan Mesir bermula dan berakhir di ujung Jalur Gaza? Karenanya, lembaga HAM Arab ini menyerukan agar bangsa Arab dan Islam untuk menggelar unjuk rasa di kedubes-kedubes Mesir untuk mengecam tindakan ini.

Laporan juga meminta Liga Arab dan OKI intervensi menekan Mesir dan melarangnya membangun tembok baja ini. (infopal/fn)




Lainnya:

.OTORITAS ABBAS PAKSA PARA IMAM MASJID MENYERANG SYAIKH QARADHAWI
2010-01-14 09:05:52

.TURKI ANCAM TARIK DUBES DARI ISRAEL
2010-01-14 08:26:50

.TURKI TUNTUT PERMINTAAN MAAF ISRAEL
2010-01-14 08:08:52

.QARADHAWI BANTAH FATWAKAN RAJAM MAHMUD ABBAS
2010-01-13 10:21:04

.ADA DANA "YAHUDI" DI BANK CENTURY
2010-01-13 10:10:25