kispa.org - IHH dan “Gerakan Pembebasan Gaza” yang berupaya untuk menembus embargo terhadap rakyat Gaza konvoi kendaraan melalui darat dan sekarang mereka sedang mempersiapkan untuk menembusnya melalui jalur laut. Armada kebebasan akan terdiri dari 20 kapal laut, dan akan membawa peralatan medis, obat-obatan, semen dan besi.
IHH Humanitarian Relief Foundation dan gerakan pembebasan Gaza telah berhasil menembus embargo Israel terhadap rakyat Gaza dengan damai ke Palestina konvoi melalui darat dan sekarang akan diupayakan menembus embargo melalui jalur laut. Rencana tersebut akan dimulai pada tanggal 20 April dinamakan “Pelabuhan Kebebasan Terakhir.” Gerakan pembebasan Gaza dari Inggris dan organisasi dari Amerika Serikat, Yunani, Perancis, Italia, Jerman, Malaysia, Indonesia dan Venezuela akan ambil bagian dalam armada ini dengan 20 kapal laut. Kapal kargo akan membawa obat-obatan, peralatan medis serta bahan bangunan seperti semen dan besi. Bahan-bahan bangunan tidak diizinkan masuk ke Gaza karena embargo yang dilakukan oleh Israel. Kapal-kapal penumpang akan membawa perwakilan dari organisasi nonpemerintah, wartawan dan aktivis.
Kapal akan berlayar dari Istanbul dan menuju Gaza melalui laut Mediterania. Tidak ada pembatasan hukum internasional melawan kapal berlayar untuk Gaza
Kampanye bantuan pembelian kapal dimulai.
Presiden IHH Bulent Yildrim mengatakan mereka berencana untuk berlayar dengan 20 kapal. Dia menegaskan bahwa IHH akan membeli lima kapal untuk mengambil bagian dalam armada kapal. “Kami sedang mengadakan pembicaraan untuk pembelian tiga kapal di Yunani dan beberapa negara lainnya. Namun, kami tidak mampu untuk membeli kapal-kapal kita sendiri. Oleh karena itu, kami telah meluncurkan sebuah kampanye untuk melakukan penggalangan dana. Kami ingin setiap orang dapat beramal serta memiliki kontribusi pada kampanye ini. Kami mendesak orang-orang Turki yang dermawan untuk ikut serta dalam penggalangan dana ini, ” katanya.
Yildrim menggambarkan bahwa embargo kepada Gaza yang telah berjalan sejak tahun 2006 dan menambahkan “Israel menyebabkan rakyat Gaza dibawah embargo”. Pintu terakhir yang terbuka dengan dunia luar telah ditutup pada saat pemerintah Mesir menutup perbatasan Rafah. Orang-orang hidup dengan persediaan barang sangat terbatas yang dibawa melalui terowongan-terowongan. Hubungan mereka dengan seluruh dunia diputuskan.
Kami berhadapan dengan embargo ilegal dan tidak manusiawi. Kita sebagai LSM sipil yang akan mengambil inisiatif. Kami ingin mengakhiri embargo ini. Konvoi kami di tahun 2009 berhasil menembus embargo dan keadaan tersebut menjadi perhatian masyarakat internasional. Kali ini kita akan menembus embargo ini melalui laut. Insya Allah banyak negara-negara lain akan ikut serta berkontribusi dalam kampanye ini kali ini. ” (vivapalestinaindonesia/fn)




















.jpg)













