KISPA BERANGKAT KE GAZA BERSAMA VIVAPALESTINA KE-4
2010-04-13 21:02:22
Kafilah ini terdiri dari organisasi-organisasi kemasyarakatan dari berbagai negara di bawah IHH (Insani Yardim Vakfi), organisasi bantuan kemanusiaan terbesar di Turki.
Misi kafilah ini untuk menembus blokade militer-politik-ekonomi Israel yang mengepung Gaza dan sudah berjalan selama 4 tahun terakhir ini serta memakan korban ribuan jiwa, serta menyampaikan bantuan internasional secara langsung, terutama barang-barang yang selama ini dilarang masuk ke Gaza oleh Israel, seperti obat-obatan, peralatan rumah sakit dan bahan-bahan bangunan seperti semen dan besi-besi.
Minggu lalu, tim KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), Sahabat Al-Aqsa, dan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dari Indonesia melakukan pertemuan khusus dengan Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim di markasnya di Istanbul, Turki.
Pada kesempatan yang sama, tim dari ketiga organisasi Indonesia juga mengunjungi kapal Marvi Marmara yang dibeli oleh IHH untuk kepentingan kafilah ini.
Dalam misinya kali ini, KISPA akan menyalurkan sumbangan masyarakat Indonesia untuk program tahfizh bagi anak-anak Palestina, bantuan paket alat-alat sekolah bagi ratusan anak yatim, pengadaan laptop bagi para guru, pembangunan sumur-sumur air minum, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas, bekerja sama dengan IHH dan yayasan-yayasan di Gaza.

Masyarakat Indonesia diserukan untuk ikut menyalurkan bantuan langsung ke Gaza ini lewat Rekening KISPA: Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cab. Slipi no. rek. 311.01856.22 a.n. Nurdin QQ KISPA, agar delegasi KISPA dengan izin Allah bisa menyerahkan bantuan itu langsung ke pemerintah Palestina di bawah Perdana Menteri Ismail Haniyah dan rakyat Gaza.
Sejak berdirinya tahun 2002, KISPA telah menyalurkan langsung dana dari masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina dan perjuangan membebaskan Masjidil Aqsha, kepada berbagai pihak yang dapat dipercaya di Palestina, diantaranya Al-Quds International Foundation pimpinan Syekh. Dr. Yusuf Al Qaradhawi dan Rabitah Ulama Palestina.
Setelah Gaza diserang Israel, relawan kemanusiaan KISPA dapat masuk dan berada di Gaza selama lima hari untuk menyampaikan bantuan rakyat Indonesia secara langsung kepada korban yang menderita, serta anak-anak yang mengikuti program menghafal Al Qur’an selama dua bulan. (Ferry Nur, Ketua KISPA).
Lainnya:
.BARADEI: ISRAEL TIDAK PAHAM KECUALI KEKERASAN
2010-04-13 17:07:23
.ARMADA KAPAL BANTUAN KEMANUSIAAN TURKI BERSIAP MENUJU GAZA
2010-04-12 15:53:11
.OBAMA: KOMITMEN AS UNTUK MENJAMIN KEAMANAN ISRAEL TAK AKAN LUNTUR
2010-04-12 14:45:54
.PRESIDEN POLANDIA YANG TEWAS MERUPAKAN TEMAN BAIK ISRAEL
2010-04-12 09:50:44
.KEBIJAKAN BARU ISRAEL BISA USIR PULUHAN RIBU WARGA PALESTINA DI TEPI BARAT
2010-04-12 09:10:50






.jpg)









