KISPA: 35.000 Muslim Suriah Mengungsi di Turki
2012-07-13 18:32:03
Kekejaman Rezim Basyar Asad memaksa penduduk Suriah asal Palestina kembali mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni di Turki.
“Setiba di Turki, saya melakukan kunjungan ke lokasi pengungsian masyarakat Suriah di Yayladgi 1, Antakya, sebuah wilayah Turki yang berbatasan dengan Suriah. Di kamp pengungsian tersebut, ada beberapa orang Suriah yang tinggal di tenda-tenda darurat,” ujar Ustadz Ferry Nur yang ditemui Voa-Islam di Ar Rahman Qur’an Learning (AQL) Islamic Center, Jl.Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan.
Saat berkunjung langsung ke lokasi pengungsian, Ketua KISPA itu mengaku merasa sedih dan dapat merasakan beban derita yang dialami masyarakat muslim Suriah, khususnya asal Palestina. “Dari informasi yang diperoleh dari apa yang terjadi di Suriah, KISPA menyatakan kepeduliannya terhadap masyarakat Muslim Suriah. Itulah sebabnya, KISPA berupaya memobilisasi dana bantauan kepada pengungsi rakyat Suriah di perbatasan Turki – Suriah,” kata Ustadz Ferry.
Di pengungsian tersebut, ada sekitar 230 kepala keluarga yang tinggal di tenda-tenda. Mereka terpaksa meninggalkan kampung halamannya, harta benda, dan saudaranya yang dibunuh Rezim Basyar Asad di Suriah. “KISPA merasa tergugah dan semakin bersemangat untuk menginformasikan kepada rakyat Indonesia, kaum muslimim khususnya, sekaligus membantu meringankan penderitaan saudara muslim Suriah.”
KISPA juga melakukan kunjungan ke rumah sakit, dimana terdapat beberapa korban muslim Sunni Suriah yang terkena serpihan bom. Para korban tersebut telah ditangani oleh dokter dari IHH, sebuah NGO kemanusian asal Turki, yang sebelumnya juga melakukan misi kemanusiaan Freedom Flotilla ke Gaza.
Ustadz Ferry Nur menjelaskan, ada 500.000 rakyat Palestina yang juga berada di kamp pengungsian Yarmuk, Suriah. Selain mengungsi ke Turki, masyarakat asli Palestina yang tinggal di Suriah, juga ada yang mengungsi ke Jordan, Qatar, dan Mesir. Diantara mereka, ada yang pergi bersama keluarganya. Menyedihkan, sudah terusir di Palestina, lalu “terusir” di Suriah.
Bahkan, para pimpinan pergerakan Hamas Palestina yang juga berkantor di Damaskus, Suriah, terpaksa harus mencari tempat yang aman. “Yang pasti, konflik berdarah yang terjadi di Suriah sangat berdampak bagi pengungsi Palestina yang ada di Suriah, termasuk pergerakan Hamas. Adapun Hamas tidak mau terlibat dalam konflik Suriah. Hamas hanya terfokus untuk membebaskan Al Aqsa dan Pelestina,” tukas Ferry.
Ketika menyambangi kamp pengungsian di Turki, masyarakat muslim Suriah mengaku senang dikunjungi. Mereka mengirim salam untuk rakyat Indonesia dan mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Diakui Ferry Nur, bantuan ini memang agak terlambat, mengingat konflik Suriah pecah setahun yang lalu, dimana banyak muslim Suriah dizalimi, orang tua hingga anak kecil dibunuh secara keji, rumah-rumah mereka dihancurkan. (Desastian/voaislam/fn)
Lainnya:
.Relawan Kemanusian KISPA Kunjungi Kantor IHH di Antakya
2012-07-08 22:19:34
.KISPA Serahkan Dana untuk Rakyat Palestina
2012-07-07 02:15:58
.Relawan Kemanusiaan KISPA Menuju Antakya
2012-07-05 18:00:47
.KISPA Kirim Tim Peduli Suriah
2012-07-03 09:15:06
. Serdadu Israel Siksa Bocah Palestina di Hebron
2012-07-02 21:28:40



.jpg)



.jpg)




.gif)




