Artikel

Pencegahan Corona Di Gaza, Inisiatif Yang Mendapat Perhatian Warga

Kispa.org – Gaza

Sejak ditemukannya infeksi pertama virus Corona dari dalam Jalur Gaza (di luar pusat-pusat karantina), Senin (24/8/2020) lalu, bertepatan dengan pengumuman jam malam di seluruh Jalur Gaza, inisiatif lokal dan individu mulai tumbuh secara individu dan banyak untuk berdiri bersama orang-orang yang berada dalam tekanan kecemasan akibat penyebaran virus Corona.

Hingga saat laporan ini dibuat, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mencatat ada 192 kasus virus Corona sejak Maret lalu, di antaranya 72 sembuh, dan 117 kasus aktif masih tersisa, 80 di antaranya di masyarakat, dan 37 orang yang pulang dari luar Gaza dan dikarantina, sementara tiga kasus meninggal.

Inisiatif medis

Sejak pertama kali diumumkan jam malam di Jalur Gaza, puluhan dokter dan perawat berinisiatif mempublikasikan nomor telepon dan mekanisme komunikasi dengan mereka melalui laman mereka di berbagai platform media sosial, yang mendorong banyak warga untuk menerima konsultasi gratis dari para dokter tersebut tanpa harus keluar rumah.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Dokter Maher Farwana, didampingi oleh sekelompok rekannya, berinisiatif untuk memberikan berbagai konsultasi kesehatan kepada warga secara gratis. Dia menjelaskan telah menerima puluhan panggilan telepon selama periode pertama jam malam, dan dia terus melanjutkan inisiatif ini.

Dalam konteks yang sama, ahli saraf Nimr Dalloul menerima lebih dari 120 konsultasi medis terpisah selama dua hari pertama jam malam karena merebaknya virus Corona di Jalur Gaza.

Dokter Dalloul menjelaskan kepada Pusat Informasi Palestina bahwa dia berusaha memberikan nasihat, bukan dalam spesialisasinya, tetapi dalam aspek medis apa pun. Dia menjelaskan bahwa dia menemukan minat yang besar dari masyarakat dalam masalah ini.

Dia mengatakan, “Kami memberikan layanan ini untuk melindungi warga dari virus di satu sisi, dan untuk meringankan tenaga medis di rumah sakit dan pusat kesehatan di sisi lain.”

Di sisi lain, puluhan perawat dan profesional medis memposting di halaman Facebook mereka, yang isinya menyatakan bahwa mereka sangat siap untuk mendukung warga dan personel medis di sisi lain.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa sejumlah tenaga medis telah terinfeksi virus Corona, setelah wabah penyakit ini tersebar di banyak rumah sakit di Jalur Gaza, di antara mereka yang terinfeksi adalah kepala bagian di Rumah Sakit Al-Shifa, Dr. Omar Al-Manasrah.

Selain itu, sejumlah perawat juga menawarkan kepada warga kesiapan penuh mereka untuk datang ke rumah mereka secara gratis untuk merawat orang yang sakit, lansia, dan mereka yang membutuhkan perawatan medis, seperti luka, luka bakar, dan suntikan.

Inisiatif spektakuler

Ada inisiatif yang spekstakuler dan berbeda yang diluncurkan oleh koki terkenal Suriah di Jalur Gaza, Warif Qassem, bersama dengan sekelompok koki khusus. Di mana dia menggunakan keahliannya untuk membantu dan melayani personel medis dan aparat keamanan untuk menyiapkan makanan dan masakan sehat tanpa kompensasi dan imbalan apa pun.

Qassem mengatakan kepada Pusat Informasi Palestina, “Setelah virus menyebar di Jalur Gaza, ditemukannya banyak kasus, pemberlakuan karantina rumah, dan penutupan fasilitas wisata dan restoran dalam keadaan saat ini, kami harus berhenti sejenak untuk mendukung personel medis dan aparat keamanan yang mempertaruhkan nyawa mereka dan keluarganya.”

Dia menjelaskan bahwa inisiatif mereka ini datang untuk mendukung mereka yang terinfeksi dan dikarantina di pusat karantina. Dia menegaskan bahwa mereka mempersembahkan keahlian mereka untuk otoritas yang bertanggung jawab dengan menyiapkan makanan dan masakan sehat tanpa kompensasi dan imbalan materi.

Dia menyatakan bahwa dia dan rekan-rekannya memiliki dapur yang layak sesuai dengan persyaratan kesehatan. Peralatan yang digunakan dan diperlukan untuk bekerja berada dalam lingkungan yang terjamin 100% sehat. “Kami hanya membutuhkan makanan, daging, dan sayuran untuk menyiapkan makanan,” katanya.

Koki Warif Qassem sangat terkenal di kalangan pemilik restoran dan jurnalis. Dia berimigrasi dari Suriah setelah perang. Dia pindah untuk tinggal di Jalur Gaza. Selama berlulan-bulan dia berpindah-pindah restoran dan rumah makan paling terkenal di Jalur Gaza. Dia menawarkan banyak program khusus dalam urusan memasak dan berbagai makanan. (was/pip/ad)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top