Artikel

Reaksi Marah di Negara Israel Pasca Aksi Salfit

Kispa.org – Al-Quds

Keadaan marah, panik dan bingung menyelimuti masyarakat Israel setelah aksi berani pejuang Palestina di permukiman Yahudi Ariel, yang membangkitkan opini publik politik di entitas Zionis menjelang pemilu Israel, yang telah mengungkap aib keamanan Netanyahu.

Netanyahu berusaha menghibur dirinya ketika dia marah. Seperti dinukil Yedioth Ahronoth, pada awal pertemuan kabinet Netanyahu berkata, “Kita tengah mengejar para pelaku di dua lokasi di wilayah Ariel. Aku serahkan di tangan tentara, Shin Beth serta pasukan keamanan yang mengejar mereka. Saya yakin mereka akan mendapatkan para pelaku tersebut dan mereka memutuskan sendiri seperti yang kita lakukan dalam semua kasus-kasus terakhir.”

Lieberman menuduh Netanyahu

Mantan Menteri Perang Israel Avigdor Lieberman menilai bahwa aksi penembakan pada tentara Israel di Ariel adalah karena kekalahan Netanyahu menghadapi Hamas di Gaza. Dia mengatakan, “Serangan mengerikan dan mengejutkan yang terjadi ini adalah akibat langsung dari kebijakan pemerintah Netanyahu yang menyerah di Gaza.”

Sementara itu Walikota Ariel, Elie Shoviro, mengatakan, “Kita berada dalam krisis keamanan dan orang-orang Palestina yang melawan masih bisa mendatangi kita di rumah-rumah kita. Ini merupakan bahaya yang mengancam bagi keberadaan kita. Kami mengandalkan pasukan keamanan untuk menangkap pelaku dan mencegah serangan yang akan datang.”

Ketua Dewan Regional untuk Permukiman-permukiman Yahudi di Tepi Barat, Yossi Dagan, juga menilai bahwa aksi ini adalah peristiwa yang sangat berbahaya dengan konsekuensi serius. Perisitwa ini bisa menyebabkan migrasi para pemukim Yahudi ke wilayah Palestina (yang diduduki sejak tahun 1948). Dia menambahkan, “Tingkat frustrasi meningkat karena pemerintah kita berusaha menjaga teror Otoritas Palestina daripada memeranginya dengan sekuat tenaga.”

Sedang anggota kabinet, Menteri Yoav Galant, mengatakan, “Para pelaku akan menemukan diri mereka di penjara atau di pemakaman. Kita akan menemukan semuanya. Kita sedang mengejar dan memburu mereka. Kita harus berdiri seperti tembok tanpa ada perbedaan politik apapun di belakang para prajurit tentara Israel.”

Namun mantan menteri pertahanan Moshe Ya’alon lebih menghibur diri dengan mengatakan, “Kita rangkul keluarga para korban. Kita dukung pasukan militer dalam misi mereka. Kita yakin bahwa mereka akan menghukum orang-orang yang bertanggung jawab atas aksi ini.”

Sementara Menteri Pendidikan, Naftali Benet (pemimpin partai sayap kanan baru) menuduh pemerintah Netnayahu yang bertanggung jawab. Dia mengatakan, “Kita akan mendengarkan janji-janji tentang apa yang akan kita lakukan terhadap para pelaku. Akan tetapi dua hari setelah langkah ini, kita tidak melihat ada rumah pelaku yang dihancurkan. Pelaku akan mendapat manfaat dari statusnya sebagai pahlawan Palestina.”

Israel dalam bahaya

Ketua Agen Yahudi, Yitzhak Herzog, mengirim bela sungkawa kepada keluarga yang tewas dalam “aksi yang sangat sulit” ini. Dia mengatakan, “Israel dalam bahaya. Kita sudah menjadi tidak aman di rumah-rumah kita.”

Sementara itu mantan menteri perang Israel, Amir Peretz, mengungkapkan kesedihannya atas tewasnya orang Israel dekat permukiman Yahudi Ariel tersebut. Dia mengatakan, “Saya mengandalkan pasukan keamanan untuk menangkap pelaku, melakukan penyelidikan dan menarik kesimpulan yang diperlukan untuk mencegah serangan lain. Akan tetapi apa yang terjadi ini berbahaya, genting dan gawat. Kami takut bisa mengoyak hidup kami.”

Sedang anggota Knesset, Moti Yogev mengomentari dan berkata, “Kita memiliki perang yang menguras di sini dengan orang-orang Arab yang haus darah. Hati kami bersama dengan keluarga yang terluka dan obat penuh bagi yang terluka, di Tepi Barat. Kita harus menghentikan terorisme dan memperkuat permukiman Yahudi (di Tepi Barat) demi masa depan kedaulatan Israel dan tekanan pada otoritas Abbas untuk mengejar para pelaku.”

Menteri Kebudayaan dan Olahraga Mir Regev mengatakan, “Tentara pasti akan menangkap pelaku. Serangan-serangan ini adalah akibat langsung dari hasutan brutal dari Ahmed Tibi (anggota Knesset yang mewakili komunitas Arab, red) yang terlihat pada Jumat lalu dia tidak siap untuk mengutuk pembunuhan seorang gadis tak berdosa di tempat tidurnya. Di saat yang sama dia mendorong para martir.”

Sulit dan cemas

Anggota Knesset Yoel Edelstein juga mengatakan, “Ini sulit dan menyakitkan. Kita serahkan pasukan militer yang saat ini bekerja untuk mengejar pelaku. Kita berada dalam kesulitan dan kecemasan yang terus-menerus. Aksi seperti ini bisa mengoyak keberadaan kita.”

Anggota Knesset Oren Hazan, ketua partai Tzomet, saat datang ke lokasi kejadian mengatakan, “Telah ada periode serangan yang lama di daerah Ariel, tetapi tidak ada respon. Netanyahu, darah ada di tangan Anda.”

Sementara Ketua Dewan Yesha, Haniel Doroni, mengatakan, “Setiap kali kita mulai berbicara tentang rencana politik, kita melihat bagaimana aksi-aksi ini meningkat. Kita harus ingat bahwa mereka yang terus-menerus menghasut dan membayar gaji para pelaku serta memuliakan mereka, adalah Otoritas Palestina. Mereka memicu nyala kebencian dan menyebabkan serangan-serangan yang mematikan.” (mamd/was/pip)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top