Artikel

Rencana Aneksasi Irael Lemahkan Upaya Proses Pedramaian

Kispa.org – Yordania

Menteri Luar Negeri Yordania, Aiman Shafdi menegaskan bahwa rencana aneksasi Israel terhadap wilayah Tepi Barat, secara otomatis menghapus semua hasil yang dicapai proses perdamaian.

Usai bertemu kepala otoritas Palestina, Mahmud Abbas di Ramallah, Shafdi mengatakan, “Kami terus berupaya mencegah aneksasi Israel teradap Tepi Barat, dan mencari penyelesaian konflik lewat perundingan dengan prinsip dua Negara.”

Yordania akan tetap berupaya sedapat mungkin untuk mendukung Palestina, dan merealisir perdamaian yang adil dan menyeluruh, untuk melindungi kawasan dari dampak konflik yang panjang dan memilukan, jika Israel terus melancarkan aneksasi sepertiga wilayah Tepi Barat, kata Shafdi.

Kami tegaskan bahwa aneksasi artinya Israel memilih konflik dibandingkan perdamaian, dan dia harus menanggung dampak dari keputusannya, bukan hanya hubungan dengan Yordania, tetapi semua upaya di kawasan yang menginginkan perdamaian adil dan menyeluruh.

Yordania akan terus bekerja bersama kolega dan dunia untuk mencegah aneksasi Israel, dan mencari solusi hakiki untuk melanjutkan perundingan menuju perdamaian adil, yaitu perdamaian untuk menghadirkan keamanan dan stabilitas regional dan dunia.

Shafdi menyebutkan bahwa Raja Yordania Abdullah al-Tsani menggunakan semua cara untuk melindungi perdamaian dan mencegah aneksasi Israel.

Menlu menjelaskan dirinya membawa surat dari Raja Yordania kepada Abbas yang menegaskan sikap konsisten Yordania mendukung hak Palestina dalam mendirikan Negara merdeka dengan ibukota Al-Quds.

Sementara itu Menlu otoritas Palestina, Riyad al-Maliki mengatakan, “Pertemuan dengan Menlu Shafdi terfokus pada cara mencegah aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina.”

Menurut al-Maliki, dialog dengan Menlu Yordania sangat penting untuk meningkatkan kordinasi dan upaya bersama Palestina dan Yordania, untuk mencegah aneksasi Israel, dan menegaskan kesiapan Palestina dengan dukungan Yordania untuk duduk berunding dengan prinsip legalitas dan referensi internasional.

Shafdi tiba di Ramallah menggunakan helicopter Yordania, dalam kunjungan mendadak yang tidak diinformasikan sebelumnya.

Di lain pihak, PM Israel Benyamin Netanyahu lebih dari satu kesempatan menegaskan untuk memulai aneksasi 30 % wilayah Tepi Barat pada awal Juli mendatang, dalam rangkaian Deal of Century yang digagas Amerika.

Sementara pihak Palestina terus meningkatkan penolakan aneksasi Israel, di samping sejumlah peringatan internasional bahwa aneksasi akan menghapus kemungkinan solusi konflik dengan prinsip dua Negara.

Pada 28 Januari lalu, Presiden Amerika Donald Trump mendeklarasikan deal of century, mencakup pendirian Negara kecil Palestina dalam bentuk kepulauan yang dihubungkan dengan jembatan dan terowongan, dan menjadikan kota Al-Quds sebagai ibukota Israel yang tak bisa dibagi, dan Lembah Yordan berada dalam kendali Tel Aviv. (mq/pip/ad)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top